PM Lebanon Sebut Ada Secercah Harapan Usai Berunding dengan Israel, tapi Hizbullah Berkata Lain

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Pengungsi Lebanon mengibarkan bendera Iran dan bendera bergambar pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, setibanya di kampung halaman mereka di Zefta, Lebanon selatan, Jumat (17/4/2026). (Sumber: Hassan Ammar/Associated Press)

BEIRUT, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengaku optimistis dengan prospek perdamaian di negara itu usai perundingan dengan Israel. Nawaf Salam menyebut perundingan dengan Israel menimbulkan momentum yang tidak boleh dilewatkan untuk mengakhiri krisis di Lebanon.

Pemerintah Lebanon sendiri telah melakoni perundingan kedua dengan Israel di Washington, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (23/4/2026). Perundingan ini menghasilkan perpanjangan gencatan senjata di Lebanon hingga tiga pekan.

Nawaf Salam menyatakan, kendati proses perdamaian di Lebanon masih menemui tantangan, pihak terkait harus menyambut momentum yang ada untuk keluar dari krisis.

"Ada secercah harapan di Lebanon yang harus kita manfaatkan dan perkuat untuk mencapai solusi, kendati masih ada kendala dan sensitivitas dalam tahap ini," kata Nawaf Salam dikutip kantor berita NNA via Al Jazeera, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Rusia Tahan dan Interogasi 40 Warga Israel di Bandara, Kremlin: Prosedur Keamanan Biasa

PM Lebanon itu pun menyebut pihaknya sedang menggalang dukungan dari komunitas internasional untuk proses perdamaian, terutama dari negara-negara Arab.

Nawaf Salam mengatakan, pemerintah Lebanon akan terus berupaya dengan tujuan akhir mengakhiri pendudukan Israel serta mengembalikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Lebanon.

"Pemerintah sedang memobilisasi seluruh elemen kekuatan internal dan dukungan eksternal, terutama dari saudara-saudara Arab kami, untuk membebaskan Lebanon dari keadaan sulit, mengakhiri pendudukan Israel di negara kami, dan mengembalikan keamanan serta kesejahteraan di seluruh wilayah Lebanon," kata Nawaf Salam.

Upaya diplomasi oleh pemerintah Lebanon diketahui masih menuai penolakan di dalam negeri, khususnya dari Hizbullah. Organsisasi tersebut mengecam langkah pemerintah berunding dengan Israel yang bertujuan melucuti senjata Hizbullah.

Anggota parlemen dari Hizbullah, Ali Fayaz mengkritik gencatan senjata yang disepakati pemerintah Lebanon dan Israel. Fayaz menyebut gencatan senjata ini tidak efektif karena Israel berulangkali melakukan pelanggaran.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • perundingan israel lebanon
  • lebanon
  • gencatan senjata lebanon
  • hizbullah
  • serangan israel ke lebanon
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Petugas Bagasi Bandara Pastikan Koper Sampai ke Hotel Jemaah
• 21 menit lalukumparan.com
thumb
Kejagung Periksa Pegawai Kementerian ESDM Terkait Kasus Korupsi Tambang PT AKT
• 18 jam lalumatamata.com
thumb
Harga Vaksin Influenza Trivalen Terjangkau Meningkatkan Cakupan Vaksinasi
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Apresiasi Program MBG, Siswa SMAN 1 Tangerang: Nutrisi Meningkat dan Uang Jajan Awet
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Kecelakaan Beruntun di Tol Jakarta–Tangerang, Truk Mendadak Pindah Jalur Picu Tabrakan Berantai
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.