Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Cadangan beras pemerintah Indonesia mencapai sekitar 5.000.198 ton per 23 April 2026. Angka inimenjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia sejak merdeka dan mencerminkan penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi serta penyerapan dalam negeri.
Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan kerja pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.
“Capaian ini tentu sangat baik dan menjadi bukti kerja keras pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, stabilitas harus tetap dijaga, baik dari sisi distribusi maupun harga, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ibu Alien dalam keterangan, yang diterima redaksi, Jumat, 24 April 2026.
Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi global yang dinilai tidak stabil. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat, berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan dunia, mulai dari distribusi hingga biaya logistik.
Situasi tersebut dinilai dapat berdampak pada sektor pangan nasional melalui gangguan distribusi, kenaikan biaya angkut, hingga tekanan harga komoditas. Karena itu, pemerintah diminta memastikan distribusi beras berjalan lancar hingga ke daerah serta mengantisipasi potensi kenaikan harga.
Komisi IV DPR RI juga mendorong optimalisasi peran Perum Bulog dalam menjaga keseimbangan pasar, termasuk melalui operasi pasar jika diperlukan.
“Stok yang besar harus diiringi dengan manajemen distribusi yang baik. Jangan sampai stok melimpah, tetapi harga di masyarakat tetap tinggi,” tambahnya.
Dengan capaian stok tersebut, Indonesia dinilai berada pada posisi lebih aman dalam menghadapi ketidakpastian global. Namun, pengawasan dan kebijakan yang tepat tetap diperlukan agar ketahanan pangan nasional terjaga secara berkelanjutan.
Anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku Utara itu juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengawasan agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.
"Pencapain stok beras tertinggi ini harus dapat dipastikan stabilitas pasokan dan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat, maka kita perlu berkolaborasi melakukan pengawasan bersama., tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews





