FAJAR, JENEPONTO – Imam Taufiq Bohari kembali dipercaya menakhodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk periode 2026-2031.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX yang digelar di kediamannya, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sabtu 25 April 2026
Kesepakatan bulat datang dari seluruh pengurus DPC serta Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dari 11 kecamatan seKabupaten Jeneponto.
“Alhamdulillah saya kembali terpilih memimpin PPP Jeneponto” ujar Imam kepada FAJAR.
Memasuki periode ketiganya ini, Imam menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga soliditas pasca Muscab.
“Tatap merangkul semua kader untuk masuk di struktur pengurus, termasuk merekrut pengurus yang militan di tingkat kecamatan untuk masuk di jajaran pengurus kabupaten,” jelasnya.
Ia juga membeberkan strategi menghadapi kompetisi politik ke depan. Fokus utama, kata dia, memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.
“Kita menguatkan struktur pengurus partai sampai di tingkatan terbawah yaitu ranting. Menjalin silaturahmi dengan para tokoh yang punya potensi dan kemampuan untuk menjadi caleg pada pemilu yang akan datang,” tambahnya.
Sekedar diketahui, Imam Taufiq Bihari sudah tiga periode mempimpin Partai berlambang ka’bah ini di kabupaten berjuluk Butta Turatea.
Ia mulai menapaki karir menjadi anggota DPRD Jeneponto pada periode 2019-2024 sekaligus menempati kursi pimpinan Wakil Ketua II.
Di periode tersebut, PPP berhasil merebut 4 kursi dari lima dapil. Namun pada periode 2024-2029 kursi unsur pimpinan Wakil Ketua II DPRD Jeneponto diambil alih PKB yang meraih 6 kursi, sementara PPP hanya 5 kursi. (map)





