KPK mengungkap satu tersangka baru korupsi kuota haji 2023-2024, Asrul Azis Taba (ASR), sudah berada di Indonesia. Sebelumnya Asrul berada di Arab Saudi.
"Sudah ada di Indonesia," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Taufik menyebut terhadap tersangka itu sudah dilakukan pencekalan. Asrul telah dicekal sejak awal April. Pencekalan juga sudah dilakukan kepada tersangka lain Ismail Adham (ISM) selaku Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour).
"Sudah dicekal juga. Awal bulan April (dicekal)," ucapnya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Ismail Adham (ISM) selaku Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) dan Asrul Azis Taba (ASR) selaku Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024. KPK menduga Ismail dan Asrul memberikan uang kepada Yaqut saat menjabat sebagai Menteri Agama (Menag).
Pemberian uang itu dilakukan lewat perantara yakni mantan stafsus Yaqut, Gus Alex.
Ismail diduga memberikan uang kepada Gus Alex senilai 30 ribu dolar AS. Ismail juga diduga menyerahkan uang kepada mantan Dirjen PHU Kemenag tahun 2024, Hilman Latief (HL), senilai USD 5.000.
"Tersangka ISM diduga memberikan sejumlah uang kepada IAA sebesar USD 30 ribu serta kepada Saudara HL selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Dirjen PHU Kementerian Agama sebesar USD 5.000 dan SAR 16 ribu," kata Asep.
Kini, total tersangka dalam kasus ini berjumlah empat orang. Dua tersangka lain ialah eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan eks stafsusnya, Ishfah Abidal Azis atau Gus Alex.
(ial/dek)




