Netanyahu Tuduh Hizbullah Coba Sabotase Upaya Perdamaian Israel-Lebanon

detik.com
20 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hizbullah mencoba mensabotase upaya untuk mencapai kesepakatan perdamaian dengan Lebanon. Netanyahu menyebut proses upaya perdamaian bersejarah antara Israel dan Lebanon telah dimulai.

"Kami telah memulai proses untuk mencapai perdamaian bersejarah antara Israel dan Lebanon, dan jelas bagi kami bahwa Hizbullah mencoba untuk mensabotase ini," kata Netanyahu dalam pernyataan pertamanya setelah gencatan senjata dengan Lebanon diperpanjang, dilansir AFP, Jumat (24/4/2026).

Komentar itu muncul ketika militer Israel telah menyerang target Hizbullah di sebuah desa di Lebanon selatan sebagai tanggapan atas "pelanggaran gencatan senjata", setelah sebelumnya memperingatkan penduduk untuk mengevakuasi komunitas tersebut.

"Beberapa saat yang lalu, IDF menyerang struktur militer di daerah Deir Aames, dari mana roket diluncurkan ke arah kota Shtula di Israel kemarin," ucap Netanyahu.

"Struktur yang menjadi sasaran digunakan oleh organisasi teroris Hizbullah untuk memajukan kegiatan teroris terhadap tentara IDF dan Negara Israel," tambahnya.

Baca juga: Netanyahu Umumkan Kondisinya Usai Jalani Operasi Kanker Prostat

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, sebelumnya telah memperingatkan penduduk Deir Aames untuk segera mengosongkan rumah dan pindah setidaknya 1.000 meter ke luar area tersebut.

"Karena aktivitas teroris Hizbullah, IDF sedang melakukan operasi terarah di daerah tersebut," katanya di X.

Deir Aames terletak di utara "Garis Kuning" di Lebanon, di belakangnya pasukan Israel beroperasi meskipun ada gencatan senjata.

Mengenai Iran, Netanyahu mengatakan dirinya melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tanpa menyebutkan kapan keduanya berbicara.

"Dia memberikan tekanan yang sangat kuat pada Iran, baik secara ekonomi maupun militer. Kami bekerja sama sepenuhnya," imbuhnya.

Baca juga: Gencatan Senjata Iran Diperpanjang, Apa Langkah Selanjutnya?




(fas/jbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Qou Vadis Tata Kelola Data Sosial Nasional
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Gerakan Indonesia Asri, Polres Serang Tanam 3.000 Pohon di Lahan Nganggur
• 19 jam laludetik.com
thumb
Gerakan Pemuda Kristen Hormati Klarifikasi JK
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tekan Emisi Karbon, 1.000 Pohon Mangrove Ditanam di Pesisir Cilegon
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Uji Coba EAZI, Waktu Tunggu Kapal di Tanjung Perak Turun Jadi Sekitar 2 Jam
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.