Tinggal di Rumah Tak Layak? Ini Dampaknya ke Kesehatan dan Kehidupan Sehari-hari

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Kudus, VIVA – Memiliki rumah yang nyaman dan layak huni masih menjadi impian banyak keluarga di Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan ekonomi. Bagi sebagian orang, kondisi rumah bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga berpengaruh langsung pada rasa aman, kesehatan, hingga kualitas hidup sehari-hari.

Hal inilah yang dirasakan Kartijo, warga Desa Margorejo, Kudus, Jawa Tengah. Ia masih mengingat bagaimana kondisi rumah lamanya kerap bocor saat hujan turun deras. Air yang masuk dari atap membuat keluarganya harus berjaga-jaga setiap kali cuaca memburuk. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
4 Hal Unik yang Paling Dibutuhkan dalam Hunian di Indonesia
Teknologi Rumah Makin Pintar Saja

“Kalau hujan deras, air sering masuk karena atap bocor di beberapa bagian. Kami hanya bisa menampung air seadanya dan berharap tidak semakin parah. Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik, lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Saya sangat berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas bantuan ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutur Kartijo, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 25 April 2026. 

Kisah seperti ini masih banyak ditemui di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kudus. Kondisi hunian yang kurang layak tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan penghuni, terutama anak-anak dan lansia.

Belakangan, perhatian terhadap kualitas hunian semakin meningkat. Rumah kini dipandang bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang hidup yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental. Sirkulasi udara, pencahayaan alami, hingga sanitasi menjadi faktor penting yang mulai diperhatikan.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Kudus, Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh warga Kabupaten Kudus, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen PT Djarum dan Polytron yang secara berkelanjutan mendukung penyediaan hunian layak. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada dalam kondisi rentan. Selain meningkatkan derajat masyarakat, program ini langsung menyentuh masyarakat. Secara tidak langsung, juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus diperkuat agar dampaknya semakin luas,” kata Bupati Kudus Dr. Ars. Sam'ani Intakoris, S.T., M.T.

Baca Juga :
15.000 Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Perbatasan Bakal Direnovasi, Menteri Ara Targetkan Rampung September 2026
Usung Hunian Eksklusif Bergaya French Architecture, Ciputra Group Luncurkan Citra Homes Halim
Data: 6 dari 10 Gen Z Utamakan Waktu, Pilih Pindah Hunian Dekat Tempat Kerja

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Minta KPK Hati-hati soal Ide Pembatasan Jabatan Ketum Parpol
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Ara Minta Proyek Renovasi Rumah Pakai Genteng, Tolak Seng dan Asbes
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Di Hari yang Sama, Irish Bella Rayakan Ulang Tahun sementara Ammar Zoni Jalani Sidang Vonis
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Heboh Pocong Keliling Depok Datangi Rumah Warga Bikin Kesurupan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Purbaya Menkeu Bantah Uang Negara Sisa Rp120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.