BREN dan DSSA Terdepak dari Indeks LQ45 dan IDX80

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks seperti IDX80, LQ45, dan IDX30.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks seperti IDX80, LQ45, dan IDX30. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks seperti IDX80, LQ45, dan IDX30. Langkah itu membuat beberapa konstituen keluar dan masuk dalam indeks.

Evaluasi tersebut juga seiring pengumuman BEI yang merevisi kriteria emiten yang bisa masuk indeks IDX80, LQ45, dan IDX30. Revisi itu terkait pengecualian saham-saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertentu yang tinggi (high shareholding concentration atau HSC).

Baca Juga:
IHSG Ditutup Turun 0,24 Persen ke 7.451, Saham DSSA dan BREN Jadi Beban

"Bursa Efek Indonesia pada bulan April 2026 telah melakukan evaluasi atas indeks," kata Pelaksana Harian Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Mulyana dalam pengumuman, Jumat (24/4/2026) malam.

Sebagai dampak terkait HSC, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terdepak dari indeks IDX80 dan LQ45. Kedua saham itu sudah mengalami tekanan hebat usai pengumuman HSC yang tidak hanya berdampak di dalam negeri lewat BEI, melainkan investor global lewat MSCI.

Baca Juga:
Usai MSCI, BREN-DSSA Anjlok Lagi setelah BEI Siap Coret Saham HSC dari IDX80

Dalam sepekan terakhir, harga saham BREN anjlok 30 persen ke Rp4.620 dan turun 57 persen dari level tertingginya. Senada, saham DSSA juga terjun 38 persen dalam sepekan ke Rp2.020 dan melemah hingga 57 persen dari puncaknya.

Selain BREN dan DSSA, BEI juga mengeluarkan tiga saham lainnya dari indeks IDX80, yakni PT BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Sementara untuk LQ45, Bursa mendepak saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Sebagai informasi, LQ45 merupakan indeks yang memuat 45 saham paling likuid di BEI. Sejumlah kriteria yang mendasari pemilihan di antaranya likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan yang baik, serta harus tercatat di BEI setidaknya enam bulan.

Senada, IDX80 juga memiliki kriteria serupa dengan LQ45, namun memiliki cakupan yang lebih luas karena beranggotakan 80 saham. Universe IDX80 yakni saham-sahamnya tercatat di BEI minimal enam bulan, memiliki free float minimal 10 persen, dan tidak masuk dalam HSC.

Dengan masuk ke dalam IDX80 dan LQ45, permintaan atas saham tersebut meningkat karena reksa dana indeks dan ETF diwajibkan membeli saham tersebut. Di samping itu, saham-saham tersebut juga akan menjadi perhatian investor institusi.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY Yakin Kementerian PU Tuntaskan Sekolah Rakyat Kulon Progo Tepat Waktu
• 9 jam laludetik.com
thumb
Tunjuk Krisna Murti sebagai Pengacara yang Baru, Ammar Zoni Siap Ajukan Banding
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pria Medan Hancurkan 12 Nisan Kuburan, Satuan Besinya Dijual Rp 15 Ribu
• 19 jam laludetik.com
thumb
Pemkot Jaktim Basmi Ratusan Kg Ikan Sapu-Sapu di Ciracas
• 21 jam laludisway.id
thumb
Penerimaan Mahasiswa Baru Undip 2026 Dibuka: Jalur Pramuka, Ini Cara Daftar, dan Jadwal Lengkap SBUB
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.