JAKARTA, KOMPAS.com - Merespons demonstrasi warga terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud akibat kebijakan dan gaya hidup mewah, Golkar memerintahkan semua kader yang mengemban jabatan untuk peka.
"Dan kepada seluruh kader Partai Golkar di jabatan apapun, tetapi jabatan publik, baik itu di parlemen maupun menjadi eksekutif di kementerian, atau di gubernur, kepala daerah, bupati, wakil bupati, wali kota, kami mengimbau sekaligus memberikan arahan DPP Partai Golkar, ayo kita peka terhadap suasana," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji kepada wartawan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Instruksi untuk bersikap peka terhadap kondisi masyarakat ditujukan kepada seluruh kader yang memegang jabatan publik, baik di eksekutif, parlemen, ataupun kepala daerah.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Rudy Masud Usai Demo, dari Tak Temui Massa hingga Anggaran Rp 25 M
Gubernur Kaltim yang merupakan kader Golkar itu didemo oleh warganya sendiri akibat kebijakan dan gaya hidup mewah.
Soal aksi demonstrasi, Golkar tidak mempermasalahkan.
"Jadi gini, setiap aspirasi enggak apa-apa disampaikan saja dengan baik ya," ujar Sarmuji.
Sarmuji memberi arahan kepada seluruh kader Golkar agar mereka peka terhadap kondisi masyarakat.
Dia menegaskan bahwa segala hal yang berkaitan dengan kedinasan dan pribadi tidak boleh bermewah-mewah.
"Ayo kita peka terhadap kondisi masyarakat kita. Jangan sampai tampak berlebihan, baik itu yang sifatnya pribadi maupun yang sifatnya dinas," imbuh Sarmuji.
Baca juga: Demo 21 April di Samarinda, Anggaran Mobil Dinas dan Rumah Jabatan Gubernur Kaltim Disorot
Gubernur Kaltim didemoWarga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan serta gaya hidup mewah gubernur.
Dilansir dari Kompas TV, Selasa (21/4/2026), massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Kaltim sebelumnya juga menggelar aksi di DPRD Kaltim, sebelum melanjutkan demonstrasi ke kantor gubernur
Mereka menyoroti pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar serta renovasi rumah dinas yang mencapai Rp 25 miliar.
Aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur menyita perhatian publik setelah berujung ricuh.
Bahkan, Rudy Mas'ud tidak menemui massa aksi, dan memilih tidak memberikan pernyataan saat meninggalkan Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (21/4/2026) malam.
Sikap tersebut diambil usai demonstrasi yang berlangsung sejak siang berujung ricuh.
Baca juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Siap Hadapi Hak Angket DPRD
Dengan pengawalan ketat, Rudy Mas'ud berjalan cepat menuju rumah jabatan yang berjarak sekitar 100 meter tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Sejumlah wartawan yang mencoba meminta tanggapan terkait tuntutan massa maupun kericuhan tidak mendapatkan respons.
Rudy langsung masuk ke kediaman dinasnya tanpa memberikan komentar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




