Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang, Pengamat Ungkap Titik Rapuh

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata 3 minggu. Di tengah gencatan senjata itu, Amerika Serikat (AS) berjanji membantu Lebanon untuk menumpas Hizbullah. Namun, ada titik rapuh dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengutarakan pendapatnya. Baginya, gencatan senjata Israel-Lebanon bakal rapuh bila AS menyerang Hizbullah.

"Menurut saya gencatan senjata Lebanon dan Israel bisa rapuh bila Israel dan AS mulai menyerang Hizbullah," tutur Hikmahanto kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Total 4 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Saat Jaga Perdamaian di Lebanon

Ia menilai ada beberapa faktor yang bisa membuat Hizbullah musnah atau bertahan. AS dan Iran, kata Hikmahanto, merupakan faktor tersebut.

"Ini bergantung apakah AS akan menurunkan pasukan darat atau tidak, lalu ini juga bergantung apakah Iran akan membantu Hizbullah atau tidak?" kata Hikmahanto.

"Kalau AS menurunkan pasukan daratnya dan Iran tidak memback up Hizbulloh maka AS bisa menumpas Hizbullah," lanjutnya.

Namun hal berbeda bila Iran datang membantu Hizbullah. Maka upaya AS menumpas Hizbullah tidak akan efektif.




(isa/jbr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Sumbawa Panen Jagung 15 Hektare
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Rp242 Miliar, PKB Jatim Buka Suara
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Pesan Terbaru Mojtaba Khamenei: Ingatkan soal Perang Psikologis Musuh
• 21 jam laludetik.com
thumb
Naik KRL, MRT, dan LRT Gratis Hari Ini, Begini Ketentuannya
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Video: Menteri LH Ungkap Alasan Belum Ada Daerah Yang Dapat Adipura
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.