Arab Saudi, ERANASIONAL.COM – Suhu di Arab Saudi mencapai 39°C membuat jemaah haji rentan dehidrasi, dokter pun mengingatkan cara minum dan perawatan tubuh yang tepat.
Cuaca panas ekstrem kembali menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia yang tengah menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Suhu yang mencapai 39 derajat Celcius di Makkah dan 38 derajat Celcius di Madinah membuat risiko gangguan kesehatan, terutama dehidrasi, meningkat cukup signifikan.
Kondisi ini diungkapkan oleh dr. M. Fathi Banna Al Faruqi, anggota Tusi PKPPJH Sektor 1 Daerah Kerja Bandara.
Ia menyebut, kombinasi suhu tinggi dan udara kering di Tanah Suci bisa berdampak langsung pada kondisi fisik jemaah, bahkan tanpa disadari.
“Suhunya tinggi, dan karena perbedaan suhu ini (udara) lebih panas dan juga kering. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan yang dikhawatirkan mengganggu proses ibadah jemaah,” ujar dr. Fathi, dikutip Jumat (24/4/2026).
Cuaca panas yang terasa menyengat di siang hari membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Namun, menurut dr. Fathi, banyak jemaah tidak menyadari hal ini karena keringat yang keluar langsung menguap akibat udara yang sangat kering.
Akibatnya, tubuh tetap mengalami pengurangan cairan meski secara kasat mata tidak terlihat banyak berkeringat.
Kondisi ini sering memicu dehidrasi ringan yang kerap diabaikan. []





