SSIA Genjot Investasi Subang Smartpolitan, Tiga Mitra H&M Mulai Masuk

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) melalui anak usahanya PT Suryacipta Swadaya mempercepat investasi di Subang Smartpolitan dengan memanfaatkan momentum IEU-CEPA.

Abednego Purnomo, Chief Commercial Officer Subang Smartpolitan mengatakan sebanyak tiga perusahaan tekstil terintegrasi telah memulai pembangunan pabrik manufaktur vertikal (dengan dua tahap proses pembuatan pakaian) di Subang Smartpolitan, Jawa Barat.

Investasi ini mencakup tiga entitas utama, yakni PT Binkova Textiles Indonesia yang fokus pada proses pencelupan dan penyelesaian kain (dyeing & finishing), PT Dafei Textile Indonesia untuk produksi kain melalui metode tenun dan rajut, serta PT Serendipity Fashion Indonesia sebagai produsen garmen.

Ketiga perusahaan tersebut merupakan mitra dari H&M, brand fesyen global, yang memilih Indonesia sebagai basis produksi untuk memperkuat rantai pasok mereka. Pembangunan fasilitas vertikal ini juga dirancang untuk memenuhi ketentuan two stage process dalam skema tarif nol persen IEU-CEPA, yang menjadi kunci untuk meningkatkan akses produk tekstil Indonesia ke pasar Uni Eropa.

"Masuknya manufaktur vertikal yang mencakup Tier 1 hingga Tier 2 membuktikan bahwa ekosistem di Subang Smartpolitan mampu menjawab kebutuhan investor akan efisiensi biaya logistik dan standar ESG yang ketat," ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Dia menilai dengan konektivitas strategis kawasan industri ke Tol Cipali dan kedekatan dengan Pelabuhan Patimban, maka para tenant dapat mengoptimalkan peluang pasar global secara maksimal.

Baca Juga

  • Entitas Anak Usaha SSIA Genjot Penjualan Sisa Lahan Industri 10 Ha
  • Laba Bersih Surya Semesta (SSIA) Tersisa Rp6,46 Miliar Kuartal III/2025
  • Surya Semesta (SSIA) Konsolidasikan Bisnis Hotel ke Operator Gran Melia

Direktur PT Binkova Textiles Indonesia, Sun Jianjun, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai pemasok global yang kompetitif.

“Keputusan kami untuk membangun fasilitas manufaktur vertikal di Indonesia adalah bagian dari strategi jangka panjang. Kami akan menghadirkan teknologi manufaktur modern guna meningkatkan efisiensi operasional serta memastikan ketelusuran produk yang sesuai dengan standar keberlanjutan internasional,” ujarnya.

Pembangunan pabrik ditargetkan rampung pada akhir 2026, dengan operasional produksi penuh dimulai setelahnya. Produk yang dihasilkan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar global, khususnya Eropa.

Direktur Promosi Investasi Asean, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), Saribua Siahaan. Dia berharap investasi ini tidak hanya memperkuat sektor tekstil, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami optimistis investasi ini dapat berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% pada 2029, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi unggulan di kawasan,” ujarnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memimpin Tanpa Melukai: Menakar Integritas di Balik Jejak Etika
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Gelar Acara Gaskeun Camp, KemKomdigi Ajak Anak Muda Ubah Jempol Jadi Senjata
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Bursa Efek Indonesia Luncurkan Kampanye “Aku Net-Zero Hero”, Ajak Publik Hidup Rendah Karbon
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Ada Tiga Tersangka Baru, Kejagung Diminta Ungkap Aktor Utama Kasus Korupsi Bos Tambang Samin Tan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Kemarin, soal proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga kajian uang magang
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.