Seorang pria melakukan penembakan massal di situs wisata piramida Teotihuacán, Meksiko, pada Senin (20/4). Satu wanita asal Kanada tewas, sedangkan 13 orang lainnya terluka dalam insiden itu
Pelaku lantas bunuh diri usai melakukan aksinya. Pihak berwenang menyita sebuah senjata api, senjata tajam, dan peluru aktif di lokasi.
Pelaku diidentifikasi oleh Kantor Kejaksaan Negara Bagian Meksiko sebagai Julio César Jasso Ramírez, seorang warga negara Meksiko. Jaksa mengatakan bahwa informasi awal menunjukkan ia bertindak sendirian.
Satu WN Kanada TewasKementerian Luar Negeri Kanada kemudian mengkonfirmasi bahwa satu warganya tewas dan satu lainnya terluka. Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berterima kasih kepada pemerintah Meksiko atas responsnya.
Pada Selasa (21/4) pagi, Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Johnson mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa beberapa warga AS terluka dalam penembakan tersebut.
“Kami siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan seiring otoritas Meksiko melanjutkan penyelidikan mereka,” kata Johnson dikutip dari CNN, Sabtu (25/4).
Bunuh Diri Usai AksiPenembakan ini terjadi saat Meksiko menghadapi sorotan terkait keamanan publik, beberapa minggu sebelum negara itu dijadwalkan menyambut jutaan pengunjung untuk Piala Dunia.
Sekretaris keamanan Negara Bagian Meksiko, Cristóbal Castañeda Camarillo, mengatakan bahwa pihak berwenang menerima laporan penembakan sekitar pukul 11:20 waktu setempat.
Ketika personel Garda Nasional tiba sepuluh menit kemudian dan menghadapi pelaku.
“Tersangka penyerang menembakkan senjata ke arah anggota Garda Nasional, yang kemudian membalas tembakan,” katanya dikutip dari CNN.
“Penyerang terluka di bagian kaki dan kemudian, pada pukul 11:45, ia mengakhiri hidupnya sendiri,” tambahnya.
Bawa Catatan Soal Aksi Penembakan di ASDalam konferensi pers yang sama, Jaksa Agung negara bagian, José Luis Cervantes Martínez mengatakan kepada wartawan bahwa Ramírez membawa ransel berisi amunisi, senjata tajam, serta gambar dan catatan tulisan tangan yang berkaitan dengan insiden kekerasan yang diketahui terjadi di Amerika Serikat pada April 1999.
Pelaku menulis dalam beberapa catatannya bahwa ia akan melakukan tindakan tersebut, dan bahwa ia terinspirasi dari luar Bumi.
Cervantes menambahkan bahwa ia tidak akan memberikan rincian lebih lanjut tentang isi catatan atau gambar tersebut karena penyelidikan masih berlangsung.
Meskipun Cervantes tidak menyebutkan secara spesifik insiden kekerasan yang dimaksud, serangan di Teotihuacán terjadi pada peringatan ke-27 penembakan di Sekolah Menengah Columbine pada April 1999, ketika dua siswa menewaskan 14 orang dan memengaruhi cara departemen kepolisian di AS menangani serangan di sekolah.
13 Orang LukaSekretaris Pemerintahan dalam sebuah pernyataan menyebut 13 orang terluka dalam serangan tersebut, dengan delapan di antaranya masih dirawat di rumah sakit hingga Senin malam. Dalam unggahan di media sosial, kabinet keamanan mengatakan tujuh orang mengalami luka tembak, sementara enam lainnya terluka akibat terjatuh.
Sebagian besar korban luka adalah warga asing, meskipun tidak jelas apakah mereka semua adalah wisatawan. Di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit, terdapat enam warga Amerika, tiga warga Kolombia, satu warga Rusia, satu warga Brasil, satu warga Belanda, dan satu warga Kanada, kata pemerintah setempat dalam sebuah pernyataan.
Wisatawan Panik, Netizen KhawatirDalam video di media sosial menunjukkan orang-orang berlarian meninggalkan area setelah suara tembakan terdengar di sekitar Piramida Bulan di Teotihuacán.
Sehari setelah serangan, beberapa warga di Teotihuacán khawatir bahwa peningkatan keamanan di lokasi tersebut dapat memengaruhi perekonomian lokal.
Kata Otoritas MeksikoPresiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa otoritas dari tingkat federal, negara bagian, dan lokal sedang merespons aksi penembakan tersebut.
“Apa yang terjadi hari ini di Teotihuacán sangat menyakitkan bagi kami. Saya menyampaikan solidaritas tulus saya kepada para korban dan keluarga mereka. Kami sedang berkomunikasi dengan Kedutaan Kanada,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan bahwa mereka juga berkomunikasi dengan kedutaan lainnya dan sedang berupaya memberikan dukungan yang diperlukan kepada warga negara asing yang terluka.
Gubernur Negara Bagian Meksiko, Delfina Gómez, juga menyampaikan dukungan dengan mengirimkan solidaritas kepada keluarga para korban yang terdampak oleh apa yang terjadi di Teotihuacán.





