Tren Wisata Berubah, Ekonomi Kerajinan Tangan di China Tumbuh Pesat Berbasis Pengalaman

pantau.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ekonomi kerajinan tangan di China berkembang pesat seiring perubahan tren wisata yang kini lebih menekankan pengalaman budaya dan nilai emosional dibanding sekadar konsumsi material.

Fenomena ini terlihat di Kota Xinzhou, Provinsi Shanxi, di mana wisatawan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kerajinan tradisional.

Seorang wisatawan muda, Cui Yafei, menyaksikan proses perubahan warna kain melalui teknik pencelupan alami tradisional yang menjadi daya tarik utama.

"Di sini, semua orang adalah perancang. Setiap karya adalah kenangan unik yang terjalin antara kami dan teknik pencelupan alami tradisional," ungkap Cui.

Pengalaman Budaya Jadi Daya Tarik Utama

Teknik pencelupan alami menggunakan bahan herbal seperti akar Isatis menjadi bagian dari warisan budaya takbenda yang kini diminati generasi muda.

Pewaris teknik tersebut, Zhao Hui, menyebut bengkel kerjanya menawarkan lebih dari 100 variasi warna untuk menarik pengunjung.

"Jika dirawat dengan baik, bahan pewarna ini bisa bertahan lebih lama dari saya," ujarnya.

Selain itu, wisatawan juga dapat mencoba membuat huamo, roti kukus dengan hiasan artistik, yang kini dikembangkan dalam bentuk kartun untuk menambah daya tarik.

Dukungan Pemerintah dan Perubahan Konsumen

Pemerintah daerah turut mendorong perkembangan ini dengan membuka 30 toko budaya kreatif di kawasan kota tua Xinzhou.

Tren serupa juga terjadi di berbagai daerah lain di China, seperti Jingdezhen dengan kerajinan tembikar, Suzhou dengan kipas lak, dan Fujian dengan seni pembuatan teh.

Akademisi folklor Yan Chun menilai perubahan ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen.

"Konsumen tidak lagi puas dengan penerimaan pasif; mereka kini lebih bersedia membayar untuk nilai emosional yang unik, pengalaman sosial, dan kenangan dari proses," ujarnya.

Perkembangan ini dinilai mampu menghidupkan kembali warisan budaya sekaligus menciptakan momentum baru dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat di Sumatera Utara dan Maluku
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Simak Rincian Harga Terbaru Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNI Antarkan Tim Indonesia Membuka Asa di Piala Thomas 2026
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Menteri Ekraf Dorong Revitalisasi Keraton Jadi Sumber Ekonomi Kreatif
• 13 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.