Grid.ID - Setelah dikenal luas lewat balada emosional seperti “Tak Ingin Usai” yang menjelma menjadi anthem patah hati Gen Z, Keisya kini tidak lagi hanya bercerita tentang luka secara lirih. Di album ini, ia memilih untuk “merombak” cara ia menyuarakan emosi—mengubah kesedihan menjadi energi, dan kerentanan menjadi kekuatan.
Di tengah keseluruhan cerita album, “Aku Bukan Dia” berdiri sebagai fokus utama sebuah lagu yang menggambarkan rasa sakit yang lebih sunyi dan kompleks. Lagu ini tidak berbicara tentang kehilangan secara langsung, tetapi tentang berada dalam hubungan yang sejak awal terasa tidak utuh.
Ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro, serta diproduseri oleh Lafa Pratomo, “Aku Bukan Dia” mengangkat sudut pandang seseorang yang menyadari bahwa dirinya tidak pernah benar-benar menjadi pilihan utama, karena hati pasangannya masih tertinggal di masa lalu. Dengan dinamika pop-rock yang intens namun tetap emosional, lagu ini membangun klimaks yang kuat memberi ruang bagi vokal Keisya untuk menyampaikan rasa rapuh sekaligus tegas dalam satu tarikan napas.
Yuk intip lirik lagu Aku Bukan Dia yang ditulis oleh Paul Aro.
Tak kupercayaDua tahun ini kau siakan untuk apaMengapa dahulu kau mulai dengankuJika belum selesai yang laluTak kau sadarkah itu?
Apakah ku hanya tuk singgahAgar kau sadar dia lebih berhargaKatakanlah ku salah apaKau tak sanggup menjawab karna aku bukan dia
Dan ku percayaSaat itu kau kan bersungguh kepadaku
Mengapa dahulu kau mulai dengankuJika belum selesai yang laluTak kau sadarkah itu
Enyahlah pergilah sajaBiar ku lepas semua rasa yang mati yeah
Apakah ku hanya tuk singgahAgar kau sadar dia lebih berhargaKatakanlah ku salah apaKau tak sanggup menjawab karna aku bukan dia(*)
Artikel Asli




