Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) sebagai sekretariat Kadin Net Zero Hub bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, pengelola kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, serta sejumlah mitra strategis menggelar kegiatan bertajuk “Akselerasi Transformasi Industri Hijau di Jawa Timur: Dekarbonisasi, Resource Efficiency, dan Circular Economy untuk Daya Saing Industri” di kawasan JIIPE Gresik.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, khususnya perusahaan di kawasan JIIPE, serta mitra strategis untuk memperkuat pemahaman, mempercepat aksi, dan mendorong kolaborasi dalam implementasi industri hijau di Jawa Timur.
Transformasi industri menuju praktik rendah karbon dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya tuntutan global, seperti kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) dan standar keberlanjutan rantai pasok. Dalam konteks tersebut, peluang dekarbonisasi dinilai dapat didorong melalui berbagai solusi, mulai dari Resource Efficient and Cleaner Production (RECP), penerapan ekonomi sirkular, hingga perlindungan alam dan biodiversitas.
Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani, menegaskan bahwa transformasi menuju industri hijau kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis. “Industri hijau bukan lagi isu lingkungan. Ini adalah isu daya saing industri. Perusahaan yang tidak mulai hari ini akan tertinggal besok. Namun perusahaan yang bergerak lebih awal akan menjadi bagian dari rantai pasok global masa depan,” sebut Indah.
Chairwoman KADIN Net Zero Hub, Elim Sritaba, mengatakan transisi menuju net zero membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat dan terintegrasi. “Transisi menuju net zero tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kadin Net Zero Hub hadir bukan hanya sebagai platform, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha, teknologi, dan pembiayaan agar transformasi ini dapat berjalan secara kolektif, terutama di level kawasan industri,” jelas Elim.
Mewakili tuan rumah, Direktur HR and Logistic PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (JIIPE), Agung Guritno, menyoroti pentingnya peran kawasan industri dalam mempercepat implementasi industri hijau di tingkat operasional.
“Di JIIPE, kami mendorong perusahaan tenant untuk menerapkan dekarbonisasi melalui integrasi efisiensi energi, pengelolaan air dan limbah, serta penerapan prinsip circular economy untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih kompetitif dan berdaya saing,” jelas Agung.
Kegiatan ini menghadirkan sesi dialog mengenai kebijakan, peningkatan kapasitas, hingga pendalaman teknis yang membahas penghitungan emisi industri, strategi dekarbonisasi, serta implementasi RECP dan ekonomi sirkular secara praktis. Diskusi juga menyoroti peluang pengelolaan limbah, termasuk limbah elektronik (e-waste), sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular di kawasan industri.
Perwakilan industri, Irfan Miswari selaku Head of International Affairs PT Mukti Mandiri Lestari, menyampaikan apresiasi atas forum diskusi yang dinilai mampu menghadirkan perspektif komprehensif dari sisi kebijakan hingga implementasi. “Diskusi di JIIPE ini menjadi inisiatif berharga untuk membangun kesadaran dekarbonisasi dan ekonomi sirkular di kalangan industri di daerah,” jelas Irfan.
Peserta yang hadir juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Acaranya bagus dengan materi yang sangat komprehensif. Kami belajar banyak untuk diterapkan di perusahaan. Ke depannya semoga ada follow-up lanjutan dari acara ini,” sebut salah satu perwakilan tenant JIIPE dari industri pupuk padat.
Baca Juga: Dekarbonisasi Industri: 5 Pilar Jadi Kunci RI Capai Net Zero 2050
Melalui kegiatan ini, IBCSD dan KADIN Net Zero Hub berharap kesadaran dan kapasitas pelaku industri dalam menerapkan strategi dekarbonisasi dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang implementasi efisiensi sumber daya serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk pengembangan pilot project industri hijau di Jawa Timur.
Ke depan, IBCSD dan KADIN Net Zero Hub bersama para mitra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat transformasi industri menuju sistem produksi yang rendah emisi, efisien, dan berkelanjutan.





