BYD Optimistis Penjualan Kendaraan Listrik pada 2026 Melesat Imbas BBM Mahal

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan otomotif asal China, BYD, meyakini mahalnya harga minyak mentah yang disebabkan perang AS-Israel dengan Iran menjadi momentum bagi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) tumbuh pesat pada tahun 2026 ini.

BYD, yang kantor pusatnya berada di Shenzhen ini, menjadi penguasa pangsa pasar EV di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD mencatatkan penjualan wholesales 12.473 unit atau setara sekitar 5,97 persen dari total pasar nasional pada kuartal I 2026.

Deputy Director In charge of International Media Communication BYD, Mia, mengatakan BYD berencana meningkatkan target penjualannya tidak hanya di daratan China, tetapi juga di luar negeri tahun ini. Pada 2025, perusahaan mencetak realisasi penjualan di luar negeri lebih dari 1,4 juta unit.

Mia mengungkapkan awalnya BYD menargetkan penjualan sekitar 1,3 juta unit atau menurun dari realisasi tahun lalu. Namun, pencapaian pada kuartal I 2026 memungkinkan perusahaan menaikkan targetnya menjadi 1,5 juta unit.

"Tahun ini kami menetapkan target penjualan untuk pasar luar negeri sekitar 1,5 juta. Pada awal tahun ini kami menetapkan target sekitar 1,3 juta, tetapi setelah kuartal I, kami mengamati kinerja pemasaran kami, kami meningkatkan target kami menjadi 1,5 juta," ungkap Mia di kantor BYD Shenzhen, China, dikutip pada Sabtu (25/4).

Kenaikan target tersebut, kata Mia, juga didukung oleh memanasnya konflik geopolitik global yang sulit diprediksi, apalagi setelah pecahnya perang di Timur Tengah, yang menyebabkan disrupsi pada rantai pasok energi dan meningkatkan harga minyak mentah global.

"Berdasarkan kenaikan harga minyak saat ini, jadi kami sangat yakin dengan kinerja kendaraan listrik baterai kami. Itulah mengapa kami meningkatkan target kami," tegas Mia.

Tidak hanya di China, perusahaan juga membidik peningkatan bisnis di Asia Tenggara hingga Eropa. Mia menuturkan negara Asia Pasifik menjadi tujuan utama bagi penjualan EV milik BYD.

"Kami memiliki banyak pasar penting, di negara-negara Asia-Pasifik, kami menargetkan Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan China, dan juga di pasar Eropa, kami fokus pada Inggris, Spanyol, dan Italia," ungkapnya.

Menurutnya, Asia Tenggara menjadi pasar penting bagi BYD karena sudah ada beberapa basis produksi yang telah dibangun. Perusahaan juga telah menentukan lokasi pabrik di Asia Tenggara selanjutnya, yakni Vietnam.

Sementara itu, BYD masih memproses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang diharapkan mulai produksi pada tahun ini. Investasi yang digelontorkan mencapai USD 1 miliar dengan kapasitas produksi maksimal 150 ribu unit per tahun. Hanya saja, Mia enggan menjelaskan lebih lanjut kapan pembangunannya akan rampung.

"Kami sudah memiliki pabrik di Thailand dan juga di Kamboja. Kami dapat memilih Vietnam sebagai basis pabrik ketiga kami yang akan datang," kata Mia.

Kompetisi dengan Produsen

Mia mengakui persaingan bisnis antar produsen atau Original Equipment Manufacturer (OEM) EV di China saja sudah sangat kompetitif. Namun, dia meyakini bahwa BYD memiliki keunggulan lebih dan citra yang sangat baik di seluruh dunia.

"Di China, kami memiliki terlalu banyak OEM. Terlalu kompetitif. Saya pikir BYD memiliki citra merek kami secara global dan kami adalah salah satu yang masuk dalam daftar Global 500," jelasnya.

Dia memastikan bahwa BYD akan terus mengembangkan inovasi teknologinya dan banyak model yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di masing-masing segmen pasar.

"Kami memiliki banyak merek yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan kami juga memiliki banyak model mobil yang dapat sesuai dengan kebutuhan setiap pelanggan. Jadi saya pikir keunggulan terkuat BYD adalah merek dan juga teknologi," tandasnya.

BYD melaporkan total penjualan EV mencapai 4,6 juta unit sepanjang tahun 2025 dengan total pendapatan mencapai 804 miliar yuan atau setara USD 116,1 miliar. Tingkat pertumbuhan tahunan industri BYD mencapai 3,75 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Klaim Belum Gunakan Sebagian Besar Kemampuan Rudal Selama Perang
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Permenhut 6/2026 Dinilai Perkuat Stabilitas dan Kepercayaan Pengusaha dalam Proyek Karbon Nasional
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Yang Dibahas Menhan saat Kumpulkan Para Purnawirawan
• 10 jam laludetik.com
thumb
AHY Yakin Kementerian PU Tuntaskan Sekolah Rakyat Kulon Progo Tepat Waktu
• 8 jam laludetik.com
thumb
Presiden Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Investasi Strategis Bersama Rosan di Hambalang
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.