JAKARTA, DISWAY.ID - Tempat Promosi Hasil Perikanan atau TPHP Cengkareng kini bak kota hantu.
Bagaimana tidak, area yang jadi pusat perdagangan dagang ikan hias di Cengkareng, Jakarta Barat makin kehilangan pelanggan.
BACA JUGA:Sejarah Hari Buruh Nasional dan Internasional Diperingati Setiap 1 Mei, Apakah Libur?
Pedagang merana karena sepinya pembeli sejak 6 tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.
Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng Jalan Cenderawasih, Cengkareng, Jakarta Barat sejatinya berada di lokasi strategis. Berada di tepi Jalan Tol Lingkar Luar Barat, dulunya kawasan ini jadi primadona pecinta ikan hias berbagai jenis.
Salah seorang pedagang ikan hias bernama Yanto (56), mengaku TPHP Cengkareng tak lagi dilirik pecinta ikan hias. Lokasinya yang tak kunjung direnovasi turut memperparah pelanggan untuk berkunjung ke sana.
"Tinggal kenangan semua. Beda saat 2018-2019, masih lumayan ramai. Sekarang bisa dilihat, penjual yang bertahan bisa dihitung jari, puncaknya pas Covid kemarin sampe sekarang belum ramai lagi," kata Yanto kepada Disway.id, Sabtu, 25 April 2026.
BACA JUGA:Jadi Saksi Kunci Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry, Rumah Oki Setiana Dewi di Mesir Diteror
Tentu revitalisasi TPHP Cengkareng sangat dibutuhkan. Para pedagang berharap pengawasan dan pembinaan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, di bawah Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, bisa menggeliatkan lagi usaha tersebut.
Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) turut menyuarakan aspirasi tersebut.
Mereka berharap Sudin KPKP Jakarta Barat tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembina yang aktif dan berkelanjutan.
“Pedagang tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga pendampingan. Kami berharap ada bimbingan terkait perawatan ikan, peningkatan kualitas produk, hingga strategi menarik kembali minat pembeli,” ujarnya lagi.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada kondisi fasilitas di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan TPHP Cengkareng yang dinilai memerlukan pembenahan.
BACA JUGA:Aipda Robig yang Tewaskan Siswa SMK Semarang Edarkan Narkoba dalam Lapas: Dipindahkan ke Nusakambangan
Infrastruktur yang mulai menua, penataan area parkir yang belum optimal, serta fasilitas umum seperti toilet dan kantin yang kurang representatif menjadi catatan tersendiri.
- 1
- 2
- »





