Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi penyelenggaraan Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 sebagai upaya memperkuat promosi seni pertunjukan berbasis budaya.
Menurut Irene, pagelaran tersebut memiliki keunikan karena menggabungkan tari, musik, dan teater dalam satu panggung kolaboratif yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
“Banyak panggung di luar sana, tetapi yang berbasis budaya menjadi pembeda. Apa yang dilakukan iForte patut diapresiasi karena mampu menyatukan aspek bisnis dan tujuan pelestarian budaya,”kata Irene dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Pagelaran Sabang Merauke merupakan inisiatif iForte yang telah digelar sejak 2022. Pada penyelenggaraan sebelumnya, acara ini mengusung tema “Hikayat Nusantara” dengan melibatkan sekitar 1.500 pelaku seni dan menarik puluhan ribu penonton.
Tahun 2026, pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus di Indonesia Arena dengan tema “Hikayat Srikandi Nusantara”. Tema tersebut mengangkat kisah perempuan dari berbagai cerita rakyat yang sarat nilai keteladanan serta mencerminkan peran perempuan dalam budaya.
Irene menilai konsistensi penyelenggaraan ini menjadi bukti nyata kontribusi sektor swasta dalam pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan. Ia juga menyoroti tingginya keterlibatan generasi muda sebagai indikator keberlanjutan budaya di masa depan.
“Pagelaran ini diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta terhadap bangsa dan budaya Indonesia. Bahkan, panggung ini berpotensi menjadi representasi Indonesia di tingkat global,” tambahnya.
Sementara itu, President Director & CEO iForte & Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga gerakan budaya yang mendorong partisipasi generasi muda.
“Kami ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia,”ujar Aming.
Pagelaran ini menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui pendekatan kontemporer tanpa meninggalkan nilai tradisional. Pengembangannya juga diarahkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis seni pertunjukan.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri kreatif dan pemerhati seni, serta didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu dan Staf Khusus Menteri Jago Anggara.
Editor: Redaksi TVRINews





