Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menyoroti harga tiket pesawat. Saat ini, tiket penerbangan ke Indonesia timur semakin mahal.

Sherly Tjoanda menyebut harga tiket pesawat mahal bagian dari sejumlah tantangan pada sektor pariwisata di bagian Indonesia timur, terutama di Malut.

Menurut Sherly Tjoanda, kendala utama pada sektor pariwisata di Indonesia timur karena mahalnya tiket pesawat. Akibatnya, kunjungan wisatawan terhambat ke wilayah timur.

Kata Gubernur Malut itu, potensi sektor pariwisata di wilayah timur Indonesia telah diakui secara luas. Banyak destinasi wisata mampu mendukung perekonomian dan keuntungan kas daerah.

"Pariwisata wilayah timur itu potensinya bagus, semua orang juga sudah tahu cantik. Permasalahannya utama di tiket pesawat yang mahal," ujar Sherly Tjoanda di Jakarta International Convention Center, Jumat (24/4/2026).

Lebih lanjut, wanita berusia 43 tahun ini menjelaskan, pariwisata yang menonjol di timur Indonesia terletak pada destinasi wisata alam. Keindahannya telah diakui sangat luar biasa.

Sayangnya aksesibilitas menuju kawasan wisata di Indonesia timur saat ini semakin terbatas. Hal itu membuat potensi sektor pariwisata belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia menambahkan, dampak dari keterbatasan ini sebagai penghambat pembangunan sektor pariwisata. Selain itu, terhambatnya kunjungan wisatawan terus menunda keuntungan perekonomian dan kas daerah.

Apa Saja Langkah Sherly Tjoanda Atasi Masalah Ini?
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos di forum DXI 2026 di JCC
Sumber :
  • Instagram/@deepandextreme

Gubernur Sherly membagikan cara dalam mengatasi masalah ini. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh terjadi berlarut-larut.

Ia memberikan penekanan pentingnya agar tidak adanya keterhambatan pada pertumbuhan sektor pariwisata di timur Indonesia khususnya di Malut. Ia menginginkan adanya kolaborasi lintas sektor.

Baginya, kolaborasi ini sebagaai langkah awal. Ia berharap adanya kerja sama antara pemerintah, pelaku industri hingga pemangku kepentingan lainnya.

Tujuan adanya kerja sama ini, kata dia, nantinya akan memunculkan rumusan terhadap kebijakan agar seluruh pariwisata terus bertumbuh secara optimal.

Ia memberikan usulan mengenai solusi mengatasi permasalahan tersebut. Pertama, penyusunan paket ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menakar Dampak Belum Pastinya Penyesuaian RKAB pada Pembiayaan Alat Berat Multifinance
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Hadapi Kendala, Ambisi 'Negara Listrik' China Jadi Sorotan di Global South
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Kenapa Anak Muda Sekarang Lebih Pilih Jualan daripada Cari Kerja?
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Panglima dan Menhan Tinjau Latihan Operasi Laut TNI di Karimunjawa
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Asosiasi MBG soal LPG Naik: Tidak Ada Keluhan dari SPPG
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.