jpnn.com, PALEMBANG - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengajak para kepala daerah dan tokoh asal Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) untuk merumuskan program prioritas yang konkret dan dapat direalisasikan dalam periode 2027 hingga 2029.
Ajakan tersebut disampaikan Mendagri Tito saat menghadiri acara Halalbihalal masyarakat perantau Sumbagsel di Griya Agung, Sabtu (25/4).
BACA JUGA: Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Tito: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi gagasan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito menjelaskan pertemuan tersebut berangkat dari inisiatif para tokoh Sumbagsel yang ingin mempererat kebersamaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
BACA JUGA: Mendagri Tito Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
“Bukan kita tidak nasionalisme dan mengedepankan primordialisme, kedaerahan. Enggak. Bukan itu,” kata Mendagri Tito.
Menurutnya, semangat kedaerahan tersebut justru perlu diarahkan menjadi energi positif melalui program-program yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA: Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah Jaga Kekompakan Forkopimda dan Hindari Korupsi
Karena itu, dia mendorong pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Sumbagsel untuk menyusun agenda prioritas yang realistis dan dapat dituntaskan dalam waktu relatif singkat dengan fokus pada capaian yang bisa dirasakan dalam kurun waktu tiga tahun.
Sebagai gambaran, Mendagri Tito mencontohkan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang mampu membuka konektivitas antarwilayah.
Pengembangan jaringan jalan tol di Sumatera dinilai dapat mendorong mobilitas, memperkuat aktivitas ekonomi, serta membuka potensi pariwisata di berbagai daerah.
Dia menambahkan hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan bersama pemangku kepentingan di tingkat pusat guna merumuskan program prioritas yang siap diimplementasikan.
Melalui langkah tersebut, Mendagri Tito berharap akan lahir program-program strategis yang tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Paling enggak sampai 2029 ada sesuatu yang kita tinggalkan yang berharga untuk masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta sejumlah pihak terkait lainnya. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




