Penulis: Harry Saktiono
TVRINews, Lamongan
Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menginstruksikan langsung aksi pemadaman listrik di Gedung Lantai 7 Pemkab Lamongan, pada Sabtu, 25 April 2026.
Aksi bertajuk Global Earth Hour ini dilakukan dengan mematikan aliran listrik selama dua jam penuh, mulai pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai bagian dari kampanye global untuk menekan dampak pemanasan global dan efek rumah kaca.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes tersebut menegaskan bahwa mematikan listrik bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem bumi.
“Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pemkab Lamongan mengadakan Global Earth Hour. Kita mematikan listrik selama 2 jam dengan tujuan mengajak masyarakat mengkampanyekan pengurangan pemanasan global,” ujar Pak Yes.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi energi listrik yang berlebihan merupakan salah satu kontributor utama peningkatan emisi karbon yang memperparah perubahan iklim. Selain penghematan energi, aksi ini bertujuan mengedukasi warga mengenai bahaya polusi cahaya yang sering terabaikan namun berdampak buruk bagi kesehatan dan ekosistem.
“Sehingga masyarakat semakin menyadari untuk ikut serta mengurangi panas bumi tersebut di samping itu juga dalam rangka efisiensi kita mengajak untuk menggunakan listrik,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lamongan, M. Nalikan, mengimbau masyarakat untuk melakukan aksi serupa sebagai bentuk efisiensi energi. Menurutnya, saat ini dunia tengah menghadapi tantangan krisis energi yang membutuhkan kesadaran bersama dalam penggunaan energi secara bijak.
“Momentum Hari Bumi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa energi yang kita gunakan harus dijaga keberlanjutannya, agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” ujar Nalikan.
Ia menambahkan, langkah mematikan listrik sementara waktu tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, Pemkab Lamongan juga mengajak masyarakat untuk melakukan aksi nyata lainnya seperti menanam pohon dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga bumi ini dengan senantiasa menanam pohon-pohonan mengurangi bahan-bahan plastik,” pungkasnya.
Melalui peringatan Hari Bumi ini, Pemkab Lamongan optimistis partisipasi aktif masyarakat dalam penghematan energi dapat berjalan secara berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan.
Editor: Redaksi TVRINews





