Harga Sapi Mulai Naik Jelang Idul Adha, Jenis Simmental Mulai Rp 31 Juta

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menjelang Idul Adha 2026, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah titik di Jakarta Selatan mulai menggeliat. Lapak-lapak sementara bermunculan di pinggir jalan hingga area permukiman, menampilkan deretan sapi dan kambing yang siap dipinang pembeli.

Di bawah tenda terpal dan rangka bambu sederhana, sapi-sapi tampak berdiri berjejer, sebagian sibuk mengunyah pakan, sementara pembeli hilir mudik menanyakan harga dan bobot.

Di kawasan Jagakarsa misalnya, CV Cahaya Alam Farm menawarkan sapi Bali sebagai salah satu andalan. Ahmad Supardi, pegawai setempat, menjelaskan sapi yang dijual memiliki bobot cukup bervariasi.

“Ini bobot kita ada 300-400 kilogram up. Jenisnya ini sapi bali,” ucap Supardi, kepada kumparan ketika ditemui di lapaknya, Sabtu (25/4).

Supardi memastikan sapi-sapi di lapaknya didatangkan langsung dari Pulau Bali. Dari sisi harga, sapi Bali dengan bobot sekitar 300 kilogram (kg) dibuka di kisaran Rp 23,5 juta. Namun, seperti lazimnya transaksi hewan kurban, proses tawar-menawar masih terbuka.

“Langsung dari Bali, kita belanja langsung ke sana. Di angka Rp 20 juta kita belum ada. Ya paling di angka Rp 22 juta sudah,” katanya.

Supardi menjelaskan sejumlah keunggulan sapi Bali dibanding jenis lain. Di antaranya, tulang dari sapi Bali cenderung kecil dan memiliki komposisi daging yang banyak.

“Kalo sapi bali itu tulangnya kecil terus dagingnya itu lebih banyak daripada sapi limosin atau sapi jawa. Kedua karena ini kan makan rumput aja nih, jadi dagingnya lebih bagus dan banyak,” terang dia.

Selain kualitas daging, aspek kesehatan hewan turut menjadi perhatian. Seluruh sapi, kata Ahmad, telah melalui proses vaksinasi dan dilengkapi dokumen resmi bertanda Kementerian Pertanian.

“Sudah divaksin semua ini, surat kesehatan ini semua ada. Kita sudah punya CV,” tutur Supardi.

Fasilitas tambahan juga diberikan untuk menarik minat pembeli, salah satunya layanan pengiriman tanpa biaya tambahan (free ongkir). Supardi menyebut sapi-sapinya baru tiba beberapa hari lalu, ia mengeklaim stok masih segar menjelang puncak permintaan.

“Ini sapi baru dateng 2 hari yang lalu, nyampe itu malam Rabu (22/4) kemarin,” sebutnya.

Sapi Simmental Lebih Mahal

Sementara itu, di kawasan Brigif Ciganjur, pilihan sapi yang ditawarkan lebih beragam, termasuk jenis simmental dengan ukuran lebih besar. Abduh, salah satu pegawai di lokasi tersebut, mengatakan sapi simmental memiliki bobot hingga 400-500 kg.

“Ini simmental, dari Jawa, bobot ada 400-500 kg,” kata Abduh saat dijumpai di lapaknya.

Harga yang dipatok pun lebih tinggi di kisaran Rp 31-35 jutaan, sejalan dengan ukuran dan jenisnya. Meski begitu, Abduh membuka opsi tawar menjadi Rp 29,5 juta.

“Kita buka di Rp 31-35 jutaan lah, buat yang di kandang ini. Bisa (ditawar), yang 400 (kg) itu Rp 29,5 juta net sudah,” jelasnya.

Sama seperti di lapak Supardi, layanan tambahan seperti pengiriman gratis di lapak Abduh juga menjadi standar pelayanan.

Menurut Abduh, kualitas sapi simmental berada di atas sapi Bali. Sebab, katanya, jenis sapi simmental punya kemiripan dengan limousin.

“Ini kalo simmental seperti anakan limosin. Oh iya dong jelas (lebih unggul dibanding sapi Bali),” tuturnya.

Meski demikian, sapi Bali di lapak Abduh tetap tersedia sebagai alternatif, dibuka pada kisaran Rp 24 jutaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: 8 Poin dari KemenPANRB & BKN untuk PPPK Paruh Waktu, Cuma Pencitraan Jika Tak Bawa Solusi
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Sekjen PBB sambut baik perpanjangan gencatan senjata Lebanon-Israel
• 54 menit laluantaranews.com
thumb
Cari Ikan Sapu-sapu Buat Dijual, 5 Pria di Jakpus Diamankan Satpol PP
• 22 jam laludetik.com
thumb
Keluarga Hebat Butuh Benteng Sehat, Vaksin Influenza Bisa Jadi Langkah Tepat!
• 4 menit laluviva.co.id
thumb
Hasil Super League: Tembok Kokoh Frigeri Paksa Persib Berbagi Poin, Takhta Maung Bandung Terancam
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.