Markas PBB, New York (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik perpanjangan tiga pekan atas gencatan senjata 10 hari yang sedang berlangsung antara Lebanon dan Israel guna membuka ruang dialog antara kedua negara, kata Juru Bicara Guterres, Stephane Dujarric pada Jumat (24/4).
Guterres "mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati penghentian pertempuran, menghentikan serangan lebih lanjut, dan mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, setiap saat," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Sekjen PBB menegaskan kembali dukungan PBB terhadap semua upaya untuk mengakhiri pertempuran dan meringankan penderitaan masyarakat di kedua sisi Garis Biru, ungkap pernyataan tersebut merujuk pada garis demarkasi perbatasan antara Lebanon dan Israel yang ditetapkan oleh badan dunia itu pada 2000.
Dalam pernyataan tersebut, Guterres menegaskan seruannya kepada Hizbullah dan aktor nonnegara lainnya agar mematuhi keputusan Pemerintah Lebanon untuk memperluas otoritas di seluruh wilayahnya serta mendorong kontrol eksklusif negara atas senjata.
Guterres juga menyerukan kepada Israel untuk menarik diri sepenuhnya dari utara Garis Biru, dengan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon sepenuhnya.
Sekjen PBB menyatakan harapan bahwa perpanjangan gencatan senjata akan berkontribusi pada upaya berkelanjutan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut.
Pada Kamis (23/4), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata saat ini yang berlangsung selama 10 hari antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga pekan.
Guterres "mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati penghentian pertempuran, menghentikan serangan lebih lanjut, dan mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, setiap saat," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Sekjen PBB menegaskan kembali dukungan PBB terhadap semua upaya untuk mengakhiri pertempuran dan meringankan penderitaan masyarakat di kedua sisi Garis Biru, ungkap pernyataan tersebut merujuk pada garis demarkasi perbatasan antara Lebanon dan Israel yang ditetapkan oleh badan dunia itu pada 2000.
Dalam pernyataan tersebut, Guterres menegaskan seruannya kepada Hizbullah dan aktor nonnegara lainnya agar mematuhi keputusan Pemerintah Lebanon untuk memperluas otoritas di seluruh wilayahnya serta mendorong kontrol eksklusif negara atas senjata.
Guterres juga menyerukan kepada Israel untuk menarik diri sepenuhnya dari utara Garis Biru, dengan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon sepenuhnya.
Sekjen PBB menyatakan harapan bahwa perpanjangan gencatan senjata akan berkontribusi pada upaya berkelanjutan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut.
Pada Kamis (23/4), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata saat ini yang berlangsung selama 10 hari antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga pekan.





