Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Sumatra
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra terus mempercepat penyaluran bantuan perbaikan rumah bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data per 24 April 2026, bantuan untuk rumah rusak ringan dan rusak sedang telah tersalurkan secara signifikan.
Di Aceh, bantuan menjangkau 15.192 rumah rusak ringan dan 11.069 rumah rusak sedang dengan total nilai Rp559,95 miliar.
Kemudian, Sumatera Utara menerima bantuan diberikan kepada 2.332 rumah rusak ringan dan 1.228 rumah rusak sedang dengan nilai Rp71,82 miliar.
Sementara di Sumatera Barat, bantuan menyasar 811 rumah rusak ringan dan 375 rumah rusak sedang dengan total Rp23,415 miliar.
Secara keseluruhan, bantuan stimulan yang telah disalurkan mencapai Rp655,18 miliar untuk 31.007 unit rumah. Angka ini meningkat dari capaian 17 April 2026 yang sebesar Rp537,22 miliar untuk 26.849 unit rumah.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menjelaskan bantuan diberikan langsung kepada masyarakat agar dapat digunakan secara mandiri untuk memperbaiki rumah.
Besaran bantuan masing-masing Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa uang isi hunian sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta per kepala keluarga, serta jaminan hidup Rp15 ribu per orang per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas.
“Tadinya bantuan dari Kemensos hanya untuk rumah rusak berat. Namun kami usulkan agar rumah rusak ringan dan sedang juga dibantu, dan akhirnya disetujui,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 25 April 2026.
Di sisi lain, pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) juga terus berjalan. Kebutuhan huntap di tiga provinsi diproyeksikan mencapai 39.171 unit, dengan 241 unit telah selesai dibangun dan 1.493 unit masih dalam proses.
Untuk huntara, progres pembangunan telah mencapai 18.421 unit dari target 20.131 unit atau sekitar 91 persen.
Percepatan ini diharapkan dapat memastikan para penyintas segera mendapatkan hunian layak sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana di wilayah terdampak.
Editor: Redaktur TVRINews





