Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Palembang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak para kepala daerah dan tokoh asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) untuk merumuskan program prioritas yang konkret dan dapat direalisasikan dalam periode 2027 hingga 2029.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam acara halalbihalal masyarakat perantau Sumbagsel di Griya Agung, Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi gagasan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Tito menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berangkat dari inisiatif para tokoh Sumbagsel yang ingin mempererat kebersamaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Bukan kita tidak nasionalisme dan mengedepankan primordialisme, kedaerahan. Enggak. Bukan itu,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 25 April 2026.
Menurutnya, semangat kedaerahan justru perlu diarahkan menjadi energi positif melalui program-program yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mendorong pemerintah daerah di wilayah Sumbagsel untuk menyusun agenda prioritas yang realistis, dengan fokus pada capaian yang dapat dirasakan dalam kurun waktu tiga tahun.
Sebagai contoh, Tito menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya pengembangan jaringan jalan tol di Sumatra, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong mobilitas, serta memperkuat aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Ia menambahkan hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan bersama pemangku kepentingan di tingkat pusat agar program yang dirumuskan siap diimplementasikan.
“Paling enggak sampai 2029 ada sesuatu yang kita tinggalkan yang berharga untuk masyarakat,” ucap Tito.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Editor: Redaktur TVRINews





