Pakai APBD, Dedi Mulyadi Bangun Sekolah Rp7,7 Miliar di Jonggol

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang dikenal dengan sapaan KDM membangun gedung baru SMA Negeri 3 Jonggol yang berlokasi di kawasan Jonggol, Jawa Barat.

Dedi Mulyadi mengatakan sekolah ini dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun 2025 sebesar Rp7,7 miliar.

Kehadiran gedung sekolah baru ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jonggol dan sekitarnya.

"Pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pendidikan, terutama di wilayah yang pertumbuhannya cukup pesat seperti Jonggol," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

KDM menilai tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan menjadi salah satu alasan yang mendorong pembangunan sekolah ini.

Antusiasme dalam proses Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) setiap tahunnya menunjukkan kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang terus meningkat.

Baca Juga

  • Bupati Sumedang Pastikan Proyek Ujungjaya-Conggeang Tuntas Juni
  • DKI Perangi Ikan Sapu-Sapu, Bagaimana Dengan Jabar?
  • Jabar Kantongi Investasi Rp76,8 Triliun, Dedi Mulyadi Tekankan Iklim Usaha Kondusif

Dia menilai dengan hadirnya SMA Negeri 3 Jonggol, masyarakat kini memiliki alternatif sekolah negeri yang lebih dekat tanpa harus menempuh jarak jauh.

Sekolah ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga sarana sanitasi yang memadai. Kegiatan belajar mengajar pun telah berjalan sejak awal tahun 2026.

Menariknya, lokasi sekolah yang berada di dalam kawasan hunian menjadi nilai tambah tersendiri. CitraIndah City sebagai kawasan terpadu telah menghadirkan berbagai fasilitas, termasuk pendidikan, yang memudahkan aktivitas penghuninya.

Kehadiran SMA Negeri 3 Jonggol sekaligus memperkuat posisi Jonggol sebagai kawasan yang terus berkembang. Dukungan infrastruktur, perhatian pemerintah, serta pertumbuhan hunian yang konsisten menjadi indikator bahwa kawasan ini tidak lagi sekadar memiliki potensi, tetapi sudah bergerak menuju perkembangan nyata.

Dengan demikian pertumbuhan kawasan hunian ini pun tidak hanya ditentukan oleh pembangunan rumah, tetapi juga harus memerhatikan kelengkapan fasilitas pendukung, terutama pendidikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Skor Getafe vs Barcelona: Head to Head, Susunan Pemain
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Ribuan Peserta UTBK Kepri Berburu Kursi PTN
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Petugas Kesehatan Haji Masifkan Edukasi Hadapi Cuaca Ekstrem kepada Calhaj
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Ungkap 10 Temuan Masalah di Tata Kelola Parpol dan Pemilu
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Wagub Banten Respons Kendaraan Listrik Bebas Pajak, Singgung APBD Berkurang
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.