Jakarta, VIVA - BRI Life bersama induk usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan literasi keuangan nasabah melalui kanal 'Bisnis Bancassurance', sebuah forum edukatif yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif, terkait pengelolaan kekayaan dan perencanaan pajak.
Direktur BRI Life Sutadi menegaskan bahwa peran asuransi semakin strategis dalam mendukung perencanaan keuangan jangka panjang nasabah, tidak hanya sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai bagian dari optimalisasi aset.
Selain itu, pihaknya juga terus memacu penetrasi asuransi digital di Indonesia melalui pendekatan proteksi ke dalam aktivitas keseharian masyarakat. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang kian mengutamakan aspek kepraktisan dan relevansi terhadap gaya hidup modern.
"Asuransi kini tidak lagi dipandang sebagai instrumen yang kaku, melainkan bagian dari keseharian yang aktif, sehat, dan produktif. Melalui inovasi digital, hambatan aksesibilitas yang selama ini membayangi industri asuransi perlahan mulai terkikis," ungkapnya, Sabtu, 25 April 2026.
Ia juga menegaskan jika sinergi antara BRI dan BRI Life menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan finansial yang terintegrasi, khususnya bagi nasabah prioritas yang membutuhkan solusi yang semakin komprehensif di tengah dinamika ekonomi.
"Kami berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan nasabah, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan yang holistik dan berkelanjutan serta adaptif dengan inovasi digital," jelas dia.
Sebelumnya, BRI Life menjalin kolaborasi strategis dengan platform kebugaran Gofit, sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem digital. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan untuk memperluas literasi gaya hidup sehat sekaligus perlindungan finansial.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak inklusi keuangan, khususnya generasi milenial dan komunitas olahraga. Melalui integrasi digital, proses akses informasi, pembelian produk, hingga pengajuan klaim dapat dilakukan secara daring dengan lebih sederhana.





