Gulam Sharon Dorong Biomassa Jadi Energi Alternatif dan Penggerak Ekonomi Daerah

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI Gulam Mohamad Sharon mendorong pemanfaatan biomassa sebagai energi alternatif yang sekaligus mampu menggerakkan perekonomian daerah dalam kunjungan kerja masa reses di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemanfaatan Biomassa untuk Energi dan Ekonomi

Sharon menegaskan bahwa biomassa tidak hanya berasal dari kayu, tetapi juga bisa memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan seperti sekam padi, cangkang sawit, dan cangkang kelapa.

Ia menyampaikan, "Menurut saya begini, kita harus ramah dan bijak dalam menanggapi isu ini. Jadi, kalau untuk biomasa ini tidak semuanya dari kayu, bisa pakai sekam padi, bisa pakai cangkang sawit, cangkang kelapa."

Selain itu, biomassa juga dapat dihasilkan dari pengelolaan hutan tanaman industri yang diolah menjadi wood pellet sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Pemanfaatan ini dinilai mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di daerah.

<h2>Peluang Usaha Lokal dan Peran UMKM</h2>

Sharon berharap kunjungan kerja tersebut memberikan manfaat bagi pengusaha lokal agar dapat terlibat dalam rantai pasok biomassa.

Ia mengatakan, "Harapan saya Kunjungan Kerja Masa Reses kali ini bisa banyak bermanfaat, terutama untuk pengusaha-pengusaha daerah yang bisa mensupply sesuai dengan yang kita bahas terkait biomasa."

Ia juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam pengembangan energi berbasis lokal dengan skala usaha kecil yang realistis, seperti suplai bahan baku 100 hingga 200 ton.

Menurutnya, model bisnis ini mampu mendorong perputaran ekonomi daerah karena sebagian besar hasil usaha akan kembali ke wilayah setempat.

Ia menjelaskan, "Pada saat pengusaha itu berbisnis di daerahnya, 70% sampai 80% hasilnya akan digunakan dan dikembalikan lagi ke daerahnya masing-masing. Ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi."

Namun, ia mengingatkan bahwa jika bisnis tersebut dikuasai oleh pihak luar daerah, maka manfaat ekonomi lokal akan berkurang.

Ia menambahkan, "Kalau bisnis kecil ini diambil oleh pengusaha luar daerah, uang yang tinggal hanya untuk biaya operasional. Sekitar 70% akan dibawa ke luar, sehingga ekonomi daerah tidak berkembang optimal."

Nilai Tambah Limbah dan Target Peningkatan Usaha

Sharon juga menyoroti pentingnya pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan, "Ini bisa menjadi added value buat limbah yang tadinya dibuang, bisa menjadi bernilai dan bermanfaat untuk masyarakat yang ada di daerah tersebut."

Ia berharap program biomassa ini mampu meningkatkan kapasitas usaha lokal, termasuk mendorong kenaikan omzet pelaku usaha dari sekitar Rp5 miliar menjadi Rp10 hingga Rp15 miliar.

Ia juga menyatakan, “Kami Komisi XII sedang melakukan Kunjungan Kerja Masa Reses di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terkait dengan lingkungan dan energi. Menurut saya, itu sangat penting sekali. Sesuai dengan visi dan misi Bapak Presiden, untuk meningkatkan perekonomian di daerah lokal.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akademisi dan Praktisi UI Soroti Tantangan Tata Kelola Danantara
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Bongkar 5 Kasus Peredaran Obat Keras di Tasikmalaya, 6 Pengedar Ditangkap
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Pakistan, Namun Perang Belum Dilanjut
• 6 jam laludetik.com
thumb
Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Rey Mbayang Mendadak Muncul dengan Kondisi Botak, Ternyata Ini Alasannya
• 18 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.