Trump Batal ke Pakistan Negosiasi dengan Iran, Alasannya Karena Ini..

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump duduk di depan podcaster Joe Rogan, pada hari Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif tentang pelonggaran pembatasan perawatan kesehatan mental, termasuk ibogaine, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 18 April 2026. (REUTERS/Nathan Howard)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan perjalanan Witkoff dan Kushner ke Pakistan. Sejatinya perjalanan Trump ke Islamabad, Pakistan untuk bertemu dengan pihak dalam rangka negosiasi.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Trump dalam sebuah postingannya di Truth Social, dikutip Minggu (26/4/2026).

"Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada perselisihan internal dan kebingungan yang luar biasa di dalam 'kepemimpinan' mereka," tulis Trump. "Tidak ada yang tahu siapa yang memimpin, termasuk mereka sendiri. Selain itu, kami memegang semua kartu, mereka tidak punya apa-apa! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" terang Trump.


Baca: Jelang Pertemuan Xi Jinping & Trump, China Kirim Panda Buat AS

Hal ini terjadi setelah kabar bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad setelah pertemuan dengan pejabat Pakistan. Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada pertemuan dengan AS yang direncanakan di Islamabad.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah meninggalkan Islamabad setelah bertemu dengan pejabat Pakistan, termasuk Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif, menurut kantor berita negara Iran IRNA.

Hal ini tampaknya mengukuhkan bahwa Araghchi tidak akan bertemu dengan delegasi AS untuk pembicaraan damai di kota tersebut. Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, diperkirakan akan memimpin delegasi AS di Pakistan hari ini.

Dalam sebuah postingan di X, Araghchi mengatakan bahwa ia melakukan kunjungan yang "berbuah" ke Pakistan, sambil menambahkan bahwa ia "masih harus melihat apakah AS benar-benar serius dalam hal diplomasi."


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Mitra SPPG Jamin Pegawai SPPG Dilatih Masak MBG Sesuai Standar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembangunan Sekolah Rakyat Bengkulu Dikebut, Target Rampung Tahun Ini
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenkum Gandeng Kemenpora Perkuat HAKI di Industri Olahraga
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua MPR apresiasi penguatan ekonomi kreatif di Banyumas
• 53 menit laluantaranews.com
thumb
Mazda CX-6e Edisi Khusus Hadir, Strategi Bertahan di Tengah Gempuran EV China
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Svarna Kartini Ingatkan Perempuan Tak Terhalang Keterbatasan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.