Opsi DKI Tambah 5.000 Personel Satpol PP demi Atasi Beban Kerja Tinggi

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti harapan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta untuk menambah ribuan personel. Alasan penambahan itu karena beban kerja Satpol PP DKI Jakarta yang tinggi.

Dirangkum detikcom, Minggu (26/4/2026), keluhan beban kerja tinggi awalnya disampaikan Kepala Satpol PP (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Satriadi, saat rapat bersama Komisi A DPRD Jakarta di Gedung DPRD Jakarta Pusat, Kamis (23/4) yang lalu. Dia menyebut selama menjabat sebagai Kasatpol PP kurang dari setahun, 35 personel meninggal dunia akibat beban kerja.

"Terkait dengan sarana prasarana yang ada di kantor kelurahan, Pak. Ini juga menjadi perhatian kita. Saya menjadi kasat Pol PP hampir setahun, Pak. Jadi sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal dunia. Dan ternyata perbandingannya sama dengan tahun sebelumnya 42 orang," kata Satriadi.

Baca juga: DKI Belum Henti Basmi Sapu-sapu: 10 Ton Ditangkap, Penjual Diedukasi

Satriadi menuturkan ada anggotanya yang bekerja 36 jam. Dia menyebut beban kerja terjadi lantaran jumlah personel yang minim.

"Jadi memang bukan karena Kasatnya, Pak, tapi karena memang kondisionalnya yang beban kerja dan sarana-prasaranya yang luar biasa. Anggota Satpol PP itu ada yang sampai kerja sampai 36 jam. Karena jumlah personelnya, dengan tadi Pak Dadi juga sampaikan, di wilayah kok nggak ada kelihatan Satpol PP," ujarnya.

"Karena anggota Satpol PP di setiap kelurahan itu hanya berjumlahnya sekitar 7-10 orang. Nah dia, kenapa kita lakukan 36 jam? Karena beban kerjanya dengan jumlah personelnya tidak sebanding, Pak. Jadi apalagi tidak ada tempat istirahat yang cukup, yang mumpuni di kantor kelurahan," lanjutnya.

Satriadi menyampaikan anggotanya sekarang sudah mendapat makan dan minum saat menjalankan piket. Dia bersyukur hal itu membuat anggotanya cukup senang.

"Dan terima kasih, Pak, ini apresiasi yang luar biasa dari anggota Satpol PP buat komisi A mendukung makan minum piket, Pak. Bagi anggota kami yang sekarang sudah, alhamdulillah, mereka sudah senang banget dapat makan minum aja untuk piket. Itu luar biasa," ucapnya.

Baca juga: 5 Warga Bekasi Diamankan Saat Buru Sapu-sapu di Jakpus Buat Dijual

Meski demikian, dia menyayangkan tidak ada tempat istirahat yang disediakan untuk anggotanya yang piket. Menurutnya, hal itu berpengaruh terhadap kesehatan anggotanya.

"Cuman nggak ada tempat istirahatnya, Pak, di kantor kelurahan. Padahal mereka jaga 24 jam di kantor kelurahan. Nggak ada tempat yang buat istirahat mereka. Itu juga menjadi kendala. Nah sekarang masih numpang di musala, kadang-kadang di lorong, di ini. Ya, apa, bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua," kata Satriadi.




(maa/maa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Championsip: Tantang Persiba, Pelatih PSS Minta Pemainnya Fokus Penuh
• 10 jam lalubola.com
thumb
Siapa Pemilik Daycare Little Aresha Jogja? Ini Struktur Organisasi Yayasan
• 7 jam laludisway.id
thumb
Trump: Pelaku Penembakan Bawa Beberapa Senjata, Terobos Pos Keamanan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Karyawan Samsung Tuntut Kenaikan Gaji, Aksi Protes Turunkan Produksi Shift Malam di Pabrik Korea Hingga 58%
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Suara Hati Gubernur Dedi Mulyadi untuk Warga Sumedang, Cintai Produk Daerah dan Berani Maju: Jangan Suka Minta-minta
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.