Ulah DC Tipu-tipu Damkar Semarang Berujung Dipolisikan soal Laporan Palsu

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Aksi laporan palsu yang dilakukan debt collector (DC) pinjaman online terhadap petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang berbuntut panjang. Pihak Damkar melaporkan kasus itu ke polisi.

Dirangkum detikcom, Minggu (26/4/2026), perkara ini bermula saat Damkar Kota Semarang mendapatkan laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kecamatan Semarang Barat. Laporan itu disampaikan melalui WhatsApp ke nomor hotline 113 pada Kamis (23/4/2026) pukul 17.10 WIB.

"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi, dilansir detikJateng, Jumat (24/4).

Baca juga: Kajian Tata Kelola Parpol, KPK Ungkap Praktik Suap ke Penyelenggara Pemilu

Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.

"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DC-nya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.

Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.

Baca juga: Seskab Cek Huntara Warga Bantaran Rel Senen, Pastikan Pembangunan Cepat

Damkar Semarang Polisikan Pembuat Laporan Palsu

Damkar Kota Semarang kemudian memutuskan menempuh jalur hukum terkait tindakan prank laporan peristiwa kebakaran. Terduga pelaku debt collector (DC) pinjaman online dilaporkan ke polisi.

Dilansir Antara, Sabtu (25/4), Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menegaskan laporan palsu yang memanfaatkan layanan darurat untuk kepentingan pribadi tidak bisa ditoleransi.

"Kami tidak bisa menerima tindakan seperti ini. Layanan kedaruratan seharusnya digunakan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk meneror atau kepentingan pribadi," kata Ade dalam keterangannya.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (23/4) sore, yang melaporkan adanya kebakaran di warung nasi goreng Mas Adi di Jalan WR Supratman sehingga petugas damkar langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi.




(ygs/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rp253,6 M digelontorkan Pemprov, 103 sekolah swasta gratis di Jakarta
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Trump Tak Terluka, Penyusup Bersenjata Berhasil Dilumpuhkan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Sambut Investor China, Jababeka (KIJA) Siapkan Innovation Center & Digital Park 500 Ha
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Pria Dilecehkan di KRL oleh Sesama Jenis, Satpam Malah Ngamuk ke Korban
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Sering Makan Larut Malam: Apakah Berdampak pada Metabolisme Tubuh?
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.