Perjalanan Bersama Oxford United Kurang Mulus Ole Romeny Dikabarkan Jajal Super League Musim Depan

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Perjalanan Ole Romeny bersama Oxford United di musim keduanya tidak berjalan sesuai harapan. Alih-alih berkembang dan mendapatkan peran lebih besar, musim 2025/2026 justru menjadi fase sulit—baik bagi sang pemain maupun tim yang akhirnya harus menerima kenyataan pahit: degradasi ke EFL League One.

Kepastian turun kasta itu tetap tidak bisa dihindari meskipun Oxford United meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Sheffield Wednesday. Hasil pertandingan lain membuat mereka gagal mengejar perolehan poin West Bromwich Albion, sehingga posisi di klasemen tidak lagi bisa diselamatkan.

Pihak klub pun menyampaikan pernyataan resmi melalui media sosial:

”Meskipun para pemain menunjukkan performa yang kuat, menyusul hasil pertandingan lain, degradasi klub dari Championship telah dipastikan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung kami atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan sepanjang musim ini.”

Di tengah situasi tersebut, peran Ole Romeny justru semakin minim. Dalam laga terakhir melawan Sheffield Wednesday, ia hanya dimainkan sebagai pemain pengganti oleh pelatih Matt Bloomfield pada menit ke-77. Selama 13 menit di lapangan, kontribusinya pun belum signifikan—hanya mencatatkan enam sentuhan tanpa satu pun tembakan ke gawang.

Jika melihat keseluruhan musim, statistik Romeny cukup mencerminkan kesulitan yang ia hadapi. Dari total 16 penampilan di Championship, ia hanya mengoleksi 355 menit bermain, dua kali menjadi starter, dan belum mencetak gol. Angka tersebut menurun drastis dibanding musim sebelumnya, di mana ia tampil lebih reguler dengan 14 pertandingan, 590 menit bermain, tujuh kali starter, dan satu gol.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi performanya adalah cedera serius di awal musim. Patah tulang yang dialaminya membuat Romeny harus absen dalam 13 pertandingan. Ia baru kembali merumput pada November saat menghadapi Stoke City.

Namun, setelah pulih pun situasi belum sepenuhnya membaik. Memasuki Maret, ia bahkan sempat tidak masuk dalam skuad selama enam pertandingan berturut-turut, sebelum kembali tampil singkat—hanya satu menit—melawan Watford.

Kondisi ini memunculkan spekulasi terkait masa depannya. Dengan menit bermain yang terbatas dan performa yang belum maksimal, muncul kabar bahwa Romeny berpotensi mencari tantangan baru, termasuk kemungkinan menjajal kompetisi Super League musim depan. Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor tersebut cukup masuk akal jika melihat situasi yang ia hadapi saat ini.

Bermain di League One bersama Oxford United sebenarnya bisa menjadi peluang untuk “restart”. Level kompetisi yang sedikit lebih rendah berpotensi memberinya ruang untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak dan mengembalikan kepercayaan diri.

Namun, di sisi lain, jika ia ingin menjaga level kompetitif sebagai pemain internasional—terutama sebagai bagian dari skuad Timnas Indonesia—maka mencari klub dengan proyek yang lebih jelas juga menjadi opsi realistis.

Di tengah cerita Romeny, kabar positif datang dari pemain Indonesia lainnya, Marselino Ferdinan. Setelah absen panjang akibat cedera hamstring, ia akhirnya kembali merumput bersama AS Trencin B di kompetisi kasta ketiga Slovakia.

Marselino tampil sebagai starter saat menghadapi MSK Senec dan bermain selama 45 menit dalam hasil imbang 1-1. Ini menjadi langkah awal penting setelah masa pemulihan panjang pasca operasi yang dijalani pada Desember 2025.

Meski baru tampil tiga kali dengan total 64 menit sepanjang musim, peluangnya untuk kembali ke tim utama AS Trencin tetap terbuka. Apalagi, ia masih berada dalam usia perkembangan dan memiliki potensi besar jika mampu menjaga kebugaran.

Kisah Romeny dan Marselino menunjukkan dua sisi perjalanan pemain Indonesia di Eropa: satu sedang berjuang menemukan kembali performa terbaiknya di tengah tekanan, sementara yang lain perlahan bangkit dari cedera untuk kembali membangun karier.

Bagi Ole Romeny, musim ini mungkin menjadi langkah mundur. Namun dalam sepak bola, kemunduran sering kali menjadi titik awal kebangkitan. Apakah ia akan bertahan bersama Oxford United di League One atau mencoba tantangan baru di Super League, keputusan yang diambil nanti akan sangat menentukan arah kariernya ke depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadiri Acara Siraman Syifa Hadju, Kakak Rizky Nazar Ungkap Momen Bahagia
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Diam Bukan Berarti Setuju
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Aksi Kamisan Madiun Gelar Nobar "Pesta Babi", Soroti Dampak PSN di Papua
• 5 jam lalurealita.co
thumb
BMKG prakirakan hujan lebat guyur sejumlah wilayah Indonesia
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
6.000 Unit Bus Disiapkan untuk Layani Jemaah Haji Agar Aman dan Nyaman
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.