Jakarta Bhayangkara Presisi Gagal Cetak Hattrick Gelar di Grand Final Proliga 2026, Reidel Toiran: LavAni Layak Juara

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Jakarta Bhayangakara Presisi, Reidel Toiran mengakui bahwa LavAni memang layak menjadi juara, usai anak asuhnya gagal cetak hattrick gelar di Grand Final Proliga 2026.

Jakarta Bhayangkara Presisi dipaksa gigit jari karena gagal mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan. Pasalnya Bardia Saadat dkk kalah dari LavAni dengan agregat 2-0 di babak pamungkas Proliga 2026, yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

LavAni mampu tampil percaya diri, di mana mereka meraih kemenangan atas Jakarta Bhayangkara Presisi di leg pertama grand final Proliga 2026, dengan skor 3-1 (25-22, 22-25, 25-16, 25-18) pada Jumat (24/4/2026).

Kemudian anak asuh David Lee itu kembali unggul dengan skor  3-1 (25-22, 25-20, 18-25, 25-22) di leg kedua pada Sabtu (25/4/2026) malam WIB.

Hasil ini juga sekaligus menjadi ajang pembalasan bagi LavAni, setelah pada dua musim sebelumnya pada 2024 dan 2025 mereka harus keluar sebagai runner-up, di mana saat itu Jakarta Bhayangkara Presisi keluar sebagai peraih gelar juara.

Sepanjang pertandingan babak grand final Proliga 2026, Bhayangkara menurunkan skuad terbaiknya seperti  Rendy Tamamilang, Nizar Zulfikar, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat.

Sayangnya mereka tak bisa membendung kekuatan LavAni yang mengandalkan Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Taylor Sander, Georg Grozer, dan libero Prasojo.

Meski menelan kekalahan, namun Reidel Toiran selaku pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi tetap menunjukkan sportivitas. Ia memberikan selamat kepada LavAni, dan mengatakan bahwa lawannya memang layak juara.

"Saya akui LavAni hari ini bermain baik, dan pantas memenangkan pertandingan," kata Reidel Toiran, saat wawancara pasca pertandingan.

Meski demikian, Toiran tetap memberikan apresiasi kepada anak-anak asuhnya dan tau ambil pusing soal kekalahan tersebut karena timnya sudah berusaha semaksimal mungkin.

"Kalah menang itu biasa, yang jelas kami sudah maksimal dan kerja keras," tambahnya.

Di sisi lain, Rendy Tamamilang selaku salah satu andalan Bhayangkara Presisi mengakui sebenarnya timnya bermain enjoy, namun sayangnya timnya belum bisa mempertahankan gelar juara.

"Yang jelas hari ini bukan rezeki kami ," kata Rendy Tamamilang.

Sekadar informasi, dari sektor putri ada Jakarta Pertamina Enduro yang berhasil mempertahankan gelar juara usai mengalahkan Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia dengan agregat 2-0 di grand final Proliga 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ganjar Dorong Politik Uang Dihukum Berat, Bisa Diskualifikasi hingga Sanksi Pidana
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Usai Digerebek Polisi, Little Aresha Daycare di Yogyakarta Didatangi Orang Tua | BORGOL
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Prajurit UNIFIL Indonesia Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka dan Kecam Serangan
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hilang 5 Hari Usai Kapal Terbawa Arus, Nelayan di Lebak Ditemukan Tewas
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Altio Lengato FMN Merespons
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.