Bekasi Fajar (BEST) Bidik Penjualan Rp600 Miliar pada 2026

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST)menargetkan penjualan lahan industri dan produk Standard Factory Building (SFB) mencapai Rp600 miliar pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan BEST Herdian mengatakan kinerja yang lebih solid sepanjang 2026 dengan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara positif, meski di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

"Perseroan menargetkan penjualan lahan industri dan produk Standard Factory Building atau SFB mencapai Rp600 miliar pada tahun ini," ujarnya kepada Bisnis dikutip, Sabtu (25/4/2026).

Fokus perseroan adalah pada tenant yang memiliki profil bisnis yang prospektif. Herdian mengatakan untuk mencapai kinerja top line dan bottom line yang positif target tersebut akan ditopang oleh kombinasi penjualan lahan serta peningkatan pendapatan berulang recurring income yang dinilai semakin stabil.

Baca Juga : Diversifikasi jadi "Ban Pelampung" Emiten Kawasan Industri saat Pasar Lesu

Sejauh ini, BEST menyampaikan bahwa minat investor terhadap kawasan industri sejauh ini masih terjaga, terutama untuk lokasi yang memiliki keunggulan infrastruktur dan akses strategis. Namun demikian, kondisi geopolitik global membuat investor cenderung lebih selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

“Bukan berarti minat menurun, tetapi ada pergeseran pendekatan. Investor kini lebih terukur dan mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengeksekusi investasi,” imbuhnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, BEST mengandalkan sejumlah strategi untuk menjaga daya tarik kawasan industri yang dikelolanya, khususnya di kawasan MM2100. 

Perseroan fokus memastikan kesiapan infrastruktur agar tenant dapat segera beroperasi, sekaligus memperkuat positioning kawasan pada sektor-sektor yang masih mencatatkan pertumbuhan tinggi.

Beberapa sektor yang menjadi incaran utama meliputi data center, logistik dan pergudangan—termasuk cold storage—serta industri otomotif, elektronik, dan makanan-minuman (F&B).

Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan sumber pendapatan berulang guna menjaga stabilitas kinerja di tengah fluktuasi penjualan lahan. Fleksibilitas dalam skema kerja sama dengan investor juga terus diperluas untuk mengakomodasi kebutuhan yang semakin beragam.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Robinsar Resmi Membuka Cilegon Expo 2026, Dorong Ekonomi dan Kebersamaan Warga
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur dengan Penawaran Haji Tanpa Antre
• 59 menit lalujpnn.com
thumb
Resmi! Ini Skema dan Daftar Penerima Gaji ke-13 Tahun 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diperiksa Polisi, Oky Pratama Bantah Isu Buzzer
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Viral! Moge Harley Davidson di Denpasar Terbakar saat Mesin Dipanaskan | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.