Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo akan melakukan sweeping penitipan anak atau day care di Kota Yogyakarta. Day care yang tak berizin akan ditutup.
Ini sebagai langkah antisipasi agar kejadian kekerasan di day care tak terulang. Sebelumnya kasus dugaan kekerasan dan penelantaran terjadi di day care Little Aresha di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
"Kami akan men-sweeping semua tempat-tempat yang menyelenggarakan penitipan anak di Kota Yogyakarta. Karena seperti yang kemarin terjadi, itu kan tidak ada izin," kata Hasto.
"(Tidak berizin) pasti ditutup. Ya, pasti ditutup. Kan itu kan, semua kegiatan aktivitas yang menyangkut masalah publik, apalagi juga menarik uang masyarakat toh," katanya.
Day care Little Aresha menurut Hasto juga tak mengantongi izin Taman Kanak-kanak (TK).
Temui Keluarga KorbanHasto mengatakan dia sudah rapat dengan KPAI hingga kepolisian. Dirinya merencanakan pertemuan dengan keluarga korban.
Menurut Hasto pemerintah harus hadir di tengah-tengah keluarga korban.
"Kami akan telusuri satu per satu keluarganya, siapa saja, di mana saja. Mulai hari ini kita cari keluarga," katanya.
Pendamping psikologi akan diberikan kepada keluarga dan anak-anak yang jadi korban.
"Kemarin sudah bersama Bu Ketua KPAI, tentu beliau juga seorang psikolog, kemudian akan menghadirkan para psikolog untuk pendampingan. Kepala dinas perempuan dan pemberdayaan perempuan dan anak juga yang akan langsung (turun)," katanya.
Day Care Little Aresha DigerebekDay care Little Aresha digerebek kepolisian pada Jumat (24/4) atas dugaan kekerasan dan penelantaran. Saat ini 13 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"13 orang tersangka terdiri dari 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh," kata Kapolresta Yogya Kombes Pol Eva Guna Pandia kepada wartawan di GOR Amongrogo Yogya, Sabtu (25/4) malam.
Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melaksanakan gelar perkara. Sementara motif kekerasan menurut Pandia masih akan didalami.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan diduga ada 53 anak yang jadi korban kekerasan. Total anak yang ada di day care itu mencapai 103 anak.
"(Korban) usia di bawah 2 tahun," kata Adrian.
Anak-anak ini mengalami kekerasan seperti diikat tangan dan kakinya.
"Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya," kata Adrian.





