Melihat Canton Fair ke-139 dan Upaya Eksportir China Bertahan dari Tarif AS

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ribuan manusia telah memadati China Import and Export Fair Complex sedari pagi. Wajah-wajah serius nan sibuk dari berbagai ras berkumpul untuk menghadiri pameran dagang terbesar di China sekaligus di seluruh dunia.

kumparan berkesempatan hadir di Canton Fair ke-139 fase kedua pada Sabtu (25/4), bersama 15 jurnalis lainnya yang berasal dari 8 negara. Sekitar pukul 09.30 waktu setempat, kami disuguhkan dengan pemandangan hamparan stan-stan pameran. Pada area pertama, kami mengeksplorasi produk keramik dan porselen.

Berbagai macam dan warna keramik sangat memanjakan mata, ada keramik dengan motif tradisional China, hingga motif-motif modern seperti kartun favorit anak-anak hingga desain minimalis yang sangat cocok untuk dipajang di rumah pasangan muda zaman sekarang.

Area kedua yang kami eksplorasi adalah peralatan rumah tangga. Tidak hanya terlihat produk panci atau wajan yang berjejer di sana-sini, kami juga menemukan banyak sekali ragam produk lain seperti botol minuman, termos, hingga tempat sampah.

kumparan juga sempat melihat area perhiasan. Emas, perak, platinum, bahkan berlian yang diciptakan manusia di laboratorium (lab-grown diamond) juga ada di Canton Fair. Terakhir, kami mampir ke area Canton Fair Design Award, yang menampakkan produk canggih dan modern, seperti robot pembuat kopi hingga kursi pijat super besar.

Tradisi Canton Fair Sejak 1957

Canton Fair kembali diselenggarakan untuk ke-139 kalinya di musim semi tahun 2026 ini. Bertempat di Guangzhou, Provinsi Guangdong, pameran ini biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada musim semi dan musim gugur.

Pada musim semi kali ini, Canton Fair dilaksanakan sebanyak tiga fase, yakni fase pertama pada 15-19 April, fase kedua 23-27 April, serta fase ketiga yang akan dihelat pada 1-5 Mei mendatang. Setelah sesi pertama, Canton Fair ke-140 akan dilaksanakan pada Oktober 2026.

"Canton Fair dimulai pada tahun 1957, dan setiap tahunnya diadakan dua sesi. Hari ini kita mengunjungi fase kedua (pada sesi musim semi) yang menampilkan bahan bangunan rumah tangga, keramik, dll," kata pemandu Canton Fair kepada awak media, dikutip Minggu (26/4).

Setiap fase memiliki beberapa kategori produk yang ditampilkan. Pada fase pertama meliputi elektronik dan peralatan rumah tangga, manufaktur, kendaraan roda dua, kelistrikan, hingga perangkat keras.

Kemudian pada fase kedua, kategori produk yang dihadirkan yakni peralatan rumah tangga, hadiah dan dekorasi, bangunan dan furnitur, serta pada fase ketiga mencakup produk mainan, bayi, dan ibu hamil, mode, tekstil, alat tulis, kesehatan dan rekreasi, serta makanan khas tradisional China.

Adapun area pameran untuk Canton Fair ke-139 yakni sebesar 1,55 juta m2 dan terbagi menjadi empat area, menawarkan 80.000 stan pameran. Sementara jumlah peserta yang berpartisipasi lebih dari 32.000 perusahaan.

Mayoritas peserta pameran, lebih dari 90 persen dari total peserta, merupakan perusahaan domestik dari daratan China. Hanya saja, para pembeli yang hadir berasal dari hampir seluruh negara di dunia

Bertahan dari Tarif AS

Canton Fair ke-139 hadir di tengah badai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang bukannya mereda, malah kian memanas tanpa bisa ditebak arah mata anginnya.

Ancaman tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump terhadap komoditas dari China berlanjut pada babak baru. Trump mengancam akan kenakan tarif baru sekitar 50 persen jika Negeri Tirai Bambu terbukti memberikan bantuan militer kepada Iran.

Salah satu eksportir besar di China, Gaochun Ceramics, memproduksi peralatan makan dan dekorasi porselen. Sejarahnya dimulai sejak tahun 1958 dan hingga kini masih eksis memasok permintaan konsumen domestik maupun luar negeri, rumah tangga maupun konferensi skala internasional seperti KTT APEC 2014 dan BRICS.

"Kami memulai bisnis ekspor pada tahun 1980, dan produk kami dijual ke lebih dari 100 negara di dunia, dan jumlah total produk yang telah kami jual secara global melebihi 2 miliar," kata Xu Bi Wei, pegawai Gaochun Ceramics yang memandu kami di Canton Fair.

Xu mengatakan, sebelumnya Gaochun Ceramics lebih banyak mengekspor produk ke wilayah Amerika Utara. Hanya saja, kini perusahaan melebarkan sayapnya ke wilayah lain seperti Timur Tengah hingga Asia Tenggara. Hal ini sebagai langkah diversifikasi pasar terutama akibat perang tarif antar AS dan China.

"Dulu kami adalah eksportir produk porselen nomor satu ke Amerika Utara, tetapi sekarang pasar kami lebih beragam. Ya, (tarif AS) itulah mengapa saya mengatakan bahwa kami telah mendiversifikasi tujuan ekspor kami," ungkap Xu.

Senada, produsen peralatan minum Shanghai Solid Stainless Steel Products Ltd dengan merek Solidware juga memiliki basis ekspor yang sangat solid, bahkan luar negeri menjadi pangsa pasar utama dibandingkan domestik. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1991 dan telah menyabet berbagai penghargaan desain internasional.

"Bisnis utama kami adalah ekspor, 90 persen bisnis kami adalah ekspor dan 10 persen domestik. Kami paling banyak mengekspor ke Eropa dan Amerika, dan kami mengekspor sebagian ke Asia dan Amerika Selatan," ujar Gui Jun Yu, pemandu kami di pameran Solidware.

Gui mengaku kebijakan tarif impor oleh pemerintah AS cukup memengaruhi bisnis Solidware dan mengakibatkan kenaikan biaya. Hanya saja, perusahaan tetap berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen, termasuk di AS.

"Tentu saja kami sedikit terpengaruh oleh tarif. Kami pikir bisnis ini bersifat internasional dan terbuka. Kita selalu saling membutuhkan. Jadi konsumen Amerika menyukai produk kami, dan kami juga ingin menawarkan yang terbaik kepada mereka," jelasnya.

Adapun perusahaan juga mengekspor produk ke wilyah Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan. Namun, lanjut Gui, pasar Asia Tenggara ternyata belum menjadi fokus utama ekspor perusahaan.

"Jadi kami masih terus berbisnis dengan mereka (konsumen AS). Meskipun mungkin harganya sedikit naik, tetapi dengan pelanggan kami, kami akan berbagi," kata Gui.

Selanjutnya, perusahaan terbuka yang memproduksi lab-grown diamond asal China, Huifeng Diamond, juga sempat terdampak tarif impor AS meskipun kini tidak lagi terasa dampaknya karena produk ekspornya tidak terkena tarif.

Berdiri sejak tahun 1992, Huifeng Diamond telah terdaftar di bursa saham sejak tahun 2022 dan menjadi salah satu produsen perhiasan terbesar di China. Perusahaan memproduksi lab-grown diamond lebih dari 20 karat dengan tim desainer sendiri.

"Kami memproduksi lebih dari 100.000 karat perhiasan per tahun dan kami adalah salah satu produsen berlian buatan laboratorium terbesar di negara ini. Berlian kami dapat memiliki berat hingga 20 karat dan hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna," kata Kang Ning, pegawai Huifeng Diamond di Canton Fair.

Perusahaan dengan 80 persen basis produksi di Henan dan berencana ekspansi ke Hainan dan Hong Kong. Perusahaan memiliki permintaan domestik yang sangat besar, namun juga mengekspor khusus produk berlian mentah (raw stones dan naked stones). Menurut Kang Ning, produk ekspornya tidak dikenakan tarif.

"Jadi dari segi tarif, kami hanya mengekspor batu mentah dan tanpa lapisan, dan untuk ekspor saja tidak ada tarif," ujarnya.

Sementara itu, pegawai Huifeng Diamond lain, Gao Yi Jia, menyebutkan bahwa kegiatan ekspor perusahaan sempat ditangguhkan saat perang tarif dimulai. Namun, dengan berbagai negosiasi, AS kemudian menangguhkan serta menurunkan tarifnya.

"Ketika China dan Amerika Serikat terlibat perang dagang, China untuk pertama kalinya membatasi ekspor produk kami ke Amerika Serikat. Setelah China dan AS bernegosiasi selama hampir tiga bulan, akhirnya tarif diturunkan," ungkapnya.

Para eksportir China tidak kemudian berserah diri pada keadaan yang membebani bisnis mereka. Perang tarif membuat mereka berpikir banyak inovasi dan solusi untuk membuat bisnisnya tetap berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap Fakta Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta: 13 Tersangka, Struktur Pengelola Terungkap!
• 6 jam laludisway.id
thumb
Wamen PKP Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan di Aceh Jaya
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viro Perluas Bisnis ke Properti Prefab, Bidik Ceruk Properti Premium
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kisah Sopiah, Guru Ngaji Berangkat Haji Setelah Menabung 40 Tahun
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Penampilan Mewah Maia Estianty di Pengajian El Rumi Jadi Sorotan, Cincin Berlian Capai Rp3 Miliar
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.