Ledakan di Kolombia: 14 Tewas, Puluhan Luka-Luka

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Cajibio

Otoritas Cauca Desak Tindakan Tegas Pemerintah Usai Serangan Bom di Jalan Raya Pan-American

Setidaknya 14 orang dilaporkan tewas dalam sebuah serangan bom di jalan raya utama di barat daya Kolombia pada Sabtu 25 April 2026 waktu setempat. 

Insiden tragis ini memicu desakan dari otoritas regional agar pemerintah pusat segera mengambil langkah militer yang lebih tegas terhadap kelompok pemberontak.

Gubernur wilayah Cauca, Octavio Guzmán, mengonfirmasi bahwa perangkat peledak tersebut didetonasi di sektor El Tunel, Cajibio, tepat di jalur strategis Jalan Raya Pan-American.

"Hingga saat ini, kami melaporkan 14 korban jiwa dan lebih dari 38 orang luka-luka, termasuk lima anak di bawah umur," ujar Guzmán melalui pernyataan resmi di platform X. 

Ia mengutuk keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai "serangan tanpa pandang bulu" terhadap warga sipil.

Eskalasi Teror di Wilayah Konflik

Panglima Angkatan Bersenjata Kolombia, Jenderal Hugo López, dalam konferensi pers menyatakan bahwa serangan ini merupakan "tindakan teroris." Pihak militer menuding jaringan yang dipimpin oleh "Ivan Mordisco" salah satu buronan paling dicari di Kolombia dan faksi Jaime Martínez sebagai dalang di balik ledakan tersebut.

Kedua kelompok tersebut merupakan pembangkang (disiden) dari bekas kelompok gerilya FARC yang menolak perjanjian damai tahun 2016. 

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut memberikan reaksi keras dengan melabeli para pelaku sebagai "teroris, fasis, dan pengedar narkoba."

Daftar Serangan Terkoordinasi

Serangan di jalan raya ini hanyalah satu dari 26 insiden yang tercatat terjadi dalam dua hari terakhir di wilayah barat daya Kolombia. Menurut laporan Jenderal López, rangkaian serangan tersebut meliputi:

•    Penembakan di kantor polisi daerah Jamundi.

•    Serangan drone bermuatan peledak di fasilitas radar Penerbangan Sipil di El Tambo.

•    Ledakan mobil (rigged vehicles) di dekat unit militer di Cali dan Palmira pada hari Jumat.

Gubernur Guzmán menegaskan bahwa eskalasi ini merupakan bentuk barbarisme yang tidak bisa dihadapi oleh wilayah Cauca sendirian. "Cauca tidak bisa terus menghadapi kekejaman ini tanpa dukungan penuh," tambahnya.

Perebutan Jalur Logistik Narkoba

Menteri Pertahanan Pedro Sanchez, yang memimpin delegasi pejabat tinggi di Palmira saat ledakan terjadi, menyatakan komitmennya untuk merespons dengan ketegasan militer. Sementara itu, Gubernur Valle del Cauca, Francisca Toro, meminta penguatan intelijen segera untuk memutus rantai kriminalitas ini.

Secara geografis, wilayah Cauca dan Valle del Cauca merupakan titik krusial bagi kelompok bersenjata ilegal.

 Wilayah ini berfungsi sebagai jalur transit utama menuju pelabuhan Buenaventura, yang sering digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke Amerika Tengah dan Eropa.

Sebagai langkah pengejaran, pemerintah Kolombia telah mengumumkan sayembara dengan imbalan lebih dari $1 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan "Marlon," pemimpin kelompok disiden di wilayah tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irene: Aniwayang Buktikan Wayang Bisa Tembus Pasar Global
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Mensos Tegaskan Kabar Bansos Dikurangi Adalah Hoaks
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kronologi Trump Dievakuasi usai Terdengar Suara Tembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Apa Kajian dan Rekomendasi KPK yang Disodorkan ke Prabowo dan DPR?
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Dari Didikan Sang Ibu hingga Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kisah Jay Idzes Tembus Panggung Serie A
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.