STY Beberkan Cara Bentuk Mental Kuat Pemain Timnas Indonesia: dari Takut Jadi Percaya Diri

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap rahasia di balik terbentuknya mentalitas kuat para pemain Garuda selama masa kepemimpinannya.

STY menilai perubahan besar terjadi sejak awal kedatangannya pada 2020, saat kondisi tim masih terpuruk baik secara prestasi maupun struktur.

Saat itu, Timnas Indonesia baru saja tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan berada di peringkat 173 FIFA, dengan sistem permainan yang belum memiliki identitas jelas serta ketergantungan pada pemain senior.

Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong
Sumber :
  • Antara

Salah satu langkah paling berpengaruh yang diambil Shin Tae-yong adalah kebijakan “potong generasi”, yang kemudian melahirkan sejumlah pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan.

Kebijakan ini dinilai menjadi fondasi lahirnya generasi baru Timnas Indonesia yang kini bersaing di level internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia.

Selain perubahan komposisi pemain, peningkatan juga terlihat dari aspek fisik yang membuat skuad Garuda lebih siap dalam duel body contact melawan lawan-lawan kuat.

Dalam setiap pertandingan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, terlihat perubahan signifikan dari sisi mentalitas pemain Garuda, terutama saat menghadapi tim-tim besar seperti Uzbekistan dan Jepang di ajang Piala Asia.

Performa Timnas Indonesia juga sempat menuai pujian ketika berhasil tampil impresif, termasuk saat menumbangkan Korea Selatan di sebuah laga penting.

Salah satu momen yang paling diingat terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, ketika Indonesia berhadapan dengan Arab Saudi dan pertandingan berakhir imbang 1-1.

Saat itu, Arab Saudi masih ditangani pelatih kelas dunia Roberto Mancini.

Dalam wawancara terbarunya di sebuah podcast, Shin Tae-yong juga menyoroti perkembangan mental pemain yang menurutnya menjadi kunci utama perubahan performa tim.

Jeje, selaku penerjemah, menjelaskan pandangan STY terkait hal tersebut dalam kanal Mansion Sports FC.

“Fisik meningkat, otomatis, mental jadi kuat. Jadi sebelumnya pemain-pemain pada takut kalau lawan tim yang lebih kuat daripada kita, selalu,” ungkap Jeje menerjemahkan pernyataan STY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aston Villa takluk dari Fulham, West Ham jaga asa bertahan
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Perpanjang Gencatan Senjata, Cara Trump Bujuk Iran Kembali Negosiasi dengan AS? | BOLA LIAR
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Bali Cafe Indo Resmi Dibuka di Nevada
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Riset Next Indonesia Center: Kebocoran Ekspor Batu Bara Capai Rp 345 Triliun
• 52 menit lalukatadata.co.id
thumb
Jamaah haji perlu tahu! Ini sistem nomor hotel berbasis sektor Makkah
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.