Makkah (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menerapkan sistem penomoran akomodasi berbasis sektor untuk memudahkan jamaah haji reguler Indonesia mengenali letak hotel mereka selama di Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal menjelaskan bahwa cara termudah baik bagi jamaah maupun petugas yang kesulitan menghafal nama hotel, adalah dengan mengingat nomornya.
Sistem penomoran tersebut sengaja dirancang agar terintegrasi langsung dengan pembagian 10 sektor penginapan di Makkah.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujar Ihsan di Makkah, Sabtu.
Ia mencontohkan, apabila seorang peziarah haji mendapatkan hotel dengan nomor 132, itu berarti hotel tersebut berada di Sektor 1 dengan nomor urut ke-32. Begitu pula jika nomor hotelnya adalah 222, maka dapat dipastikan akomodasi tersebut masuk dalam wilayah Sektor 2 urutan ke-22.
Secara keseluruhan, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan 177 hotel yang menaungi jamaah berbasis embarkasi. Ratusan hotel tersebut tersebar di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
Menurut Ihsan, pemahaman mengenai sistem penomoran dan peta wilayah sektor menjadi krusial.
Ia menekankan bahwa letak sektor dan nomor hotel tersebut sangat erat kaitannya dengan rute layanan transportasi bus shalawat menuju Masjidil Haram yang akan terus beroperasi selama 24 jam penuh.
Berikut adalah peta persebaran hotel jemaah haji reguler di Makkah berdasarkan sektor:
Sektor 1 (Syisyah): 32 hotel (berpusat di Tayeb Hotel).
Sektor 2 (Syisyah): 22 hotel.
Sektor 3 (Sebagian Syishah & Raudhah): 19 hotel.
Sektor 4 (Syisyah & Raudhah): 23 hotel.
Sektor 5 (Syisyah & Raudhah): 18 hotel.
Sektor 6 (Jarwal): 13 hotel.
Sektor 7 (Misfalah): 17 hotel.
Sektor 8 (Misfalah): 13 hotel.
Sektor 9 (Misfalah): 19 hotel.
Sektor 10 (Aziziyah): 1 hotel dengan kapasitas besar hingga lebih dari 21 ribu jamaah
Baca juga: Dubes Saudi tinjau layanan Fast Track haji di Bandara Soekarno-Hatta
Baca juga: Arab Saudi jamin kelancaran dan keamanan jamaah haji Indonesia
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal menjelaskan bahwa cara termudah baik bagi jamaah maupun petugas yang kesulitan menghafal nama hotel, adalah dengan mengingat nomornya.
Sistem penomoran tersebut sengaja dirancang agar terintegrasi langsung dengan pembagian 10 sektor penginapan di Makkah.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujar Ihsan di Makkah, Sabtu.
Ia mencontohkan, apabila seorang peziarah haji mendapatkan hotel dengan nomor 132, itu berarti hotel tersebut berada di Sektor 1 dengan nomor urut ke-32. Begitu pula jika nomor hotelnya adalah 222, maka dapat dipastikan akomodasi tersebut masuk dalam wilayah Sektor 2 urutan ke-22.
Secara keseluruhan, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan 177 hotel yang menaungi jamaah berbasis embarkasi. Ratusan hotel tersebut tersebar di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
Menurut Ihsan, pemahaman mengenai sistem penomoran dan peta wilayah sektor menjadi krusial.
Ia menekankan bahwa letak sektor dan nomor hotel tersebut sangat erat kaitannya dengan rute layanan transportasi bus shalawat menuju Masjidil Haram yang akan terus beroperasi selama 24 jam penuh.
Berikut adalah peta persebaran hotel jemaah haji reguler di Makkah berdasarkan sektor:
Sektor 1 (Syisyah): 32 hotel (berpusat di Tayeb Hotel).
Sektor 2 (Syisyah): 22 hotel.
Sektor 3 (Sebagian Syishah & Raudhah): 19 hotel.
Sektor 4 (Syisyah & Raudhah): 23 hotel.
Sektor 5 (Syisyah & Raudhah): 18 hotel.
Sektor 6 (Jarwal): 13 hotel.
Sektor 7 (Misfalah): 17 hotel.
Sektor 8 (Misfalah): 13 hotel.
Sektor 9 (Misfalah): 19 hotel.
Sektor 10 (Aziziyah): 1 hotel dengan kapasitas besar hingga lebih dari 21 ribu jamaah
Baca juga: Dubes Saudi tinjau layanan Fast Track haji di Bandara Soekarno-Hatta
Baca juga: Arab Saudi jamin kelancaran dan keamanan jamaah haji Indonesia





