Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal, termasuk di kawasan transmigrasi. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya integrasi pembangunan infrastruktur dan konektivitas dalam mendukung sektor pariwisata sesuai arahan Presiden Prabowo.
Menko AHY menyampaikan bahwa pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat potensi destinasi wisata di berbagai daerah melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Kami ingin memberikan dukungan penuh, sinergi dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga, termasuk dengan Kementerian Transmigrasi karena benar, cukup banyak kawasan transmigrasi yang memiliki potensi di bidang pariwisata termasuk pengembangan ekonomi kreatif,” kata Menko AHY dalam keterangannya yang dikutip pada, Minggu 26 April 2026.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pendekatan infrastruktur dan konektivitas, baik secara fisik maupun digital, mampu menciptakan destinasi pariwisata yang berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat setempat.
Sejalan dengan arahan tersebut, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi secara aktif dengan Kementerian Pariwisata. Fokus utama kerja sama ini adalah mengembangkan potensi lokal yang ada di kawasan transmigrasi, khususnya desa-desa wisata.
“Kami dari Kementerian Transmigrasi siap mendukung dan berkolaborasi secara aktif dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi-potensi lokal yang ada di kawasan transmigrasi, khususnya desa-desa wisata,” ujar Mentrans Iftitah.
Iftitah menjelaskan bahwa pengembangan desa-desa wisata tersebut akan tetap berada di bawah arahan Kemenko IPK, terutama yang berkaitan erat dengan masalah konektivitas demi aksesibilitas yang lebih baik bagi wisatawan.
“Desa-desa wisata yang ada di kawasan-kawasan transmigrasi yang akan kita kembangkan ke depan tentunya dibawa arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Penilaian karena pastinya pariwisata itu akan teratau kaitannya dengan masalah konektivitas dan infrastruktur,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa potensi wisata di wilayah transmigrasi sangat besar, terutama pada sektor wisata alam dan bahari. Saat ini terdapat lebih dari 2.000 desa pesisir yang sedang dikembangkan potensi wisatanya.
“Banyak desa wisata kita berada di wilayah transmigrasi. Kita perlu berkolaborasi lebih kuat untuk menggerakkan dan mengembangkan kembali wisata berbasis alam Indonesia,” ujar Wamen Ni Luh.
Kementerian Pariwisata sendiri menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik mencapai 16 hingga 17 juta kunjungan pada tahun 2026. Melalui integrasi infrastruktur yang memadai, diharapkan destinasi wisata di kawasan transmigrasi dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target nasional tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah transmigrasi.
Editor: Redaksi TVRINews





