Hasil Moto3 Spanyol: Berkat Finis Keenam, Posisi di Klasmen Naik, Veda Ega Pratama: Berusaha Berikan yang Terbaik!

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JEREZ — Perjalanan Veda Ega Pratama di seri Moto3 Spanyol 2026 di Circuito de Jerez menjadi gambaran utuh tentang bagaimana ketangguhan mental dan kematangan balap seorang rookie benar-benar diuji di level tertinggi. Memulai balapan dari posisi ke-17—sebuah titik yang jauh dari ideal—Veda justru mampu membalikkan ekspektasi dengan performa luar biasa hingga finis di posisi keenam. Sebuah hasil yang bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang proses, pembelajaran, dan karakter.

Semua bermula dari sesi kualifikasi yang penuh dinamika. Veda tampil menjanjikan sejak Q1, bahkan mampu menembus Q2 dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, kesalahan kecil di momen krusial membuatnya harus menerima kenyataan start dari posisi ke-17. Situasi ini jelas bukan skenario yang diharapkan, terlebih di kelas Moto3 yang dikenal sangat kompetitif dan rapat.

Meski demikian, Veda tidak terjebak dalam kekecewaan. Ia justru menjadikan kondisi tersebut sebagai tantangan. Dalam pernyataannya, ia menunjukkan sikap yang mencerminkan kedewasaan seorang pembalap muda.

“Saya merasa nyaman dengan motor, dalam kondisi basah dan kering, dan itu hal positifnya. Di Q1, segalanya berjalan baik dan saya bisa maju ke Q2, jadi saya merasa siap untuk meraih posisi yang bagus,” ujar Veda.

Ia juga tidak menutupi kesalahan yang terjadi di sesi kualifikasi.

“Di Q2, saya membuat kesalahan di lap terakhir dan terjatuh saat berusaha memacu motor. Itu bagian dari proses dan sesuatu yang bisa dipelajari. Mulai dari P17 memang kurang ideal, tapi saya siap bersaing dalam balapan nanti. Tujuan saya adalah tetap fokus, berusaha memberikan yang terbaik dan mencoba bersaing meraih poin,” lanjutnya.

Kalimat tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar tercermin dalam jalannya balapan.

Saat lampu start padam, Veda langsung menunjukkan respons cepat. Ia melesat dari posisi ke-17 ke posisi ke-14 hanya dalam beberapa tikungan awal. Start bersih ini menjadi fondasi penting bagi kebangkitannya. Di tengah insiden yang melibatkan beberapa pembalap lain seperti Matteo Bertelle, Veda tetap tenang dan fokus menjaga ritme.

Memasuki lap-lap awal, progresnya terlihat konsisten. Ia mulai merangsek ke posisi 10 besar, bahkan sempat terlibat duel ketat dengan pembalap-pembalap seperti Hakim Danish dan Joel Esteban. Keberanian dalam melakukan overtaking menjadi salah satu kunci, namun yang lebih penting adalah kemampuannya menjaga stabilitas di tengah tekanan.

Di sinilah terlihat perbedaan signifikan dibandingkan seri sebelumnya, terutama setelah insiden crash di Amerika Serikat. Di Jerez, Veda tampil lebih sabar, lebih terukur, dan tidak terburu-buru mengambil risiko.

Memasuki pertengahan balapan, performanya semakin solid. Ia berhasil menembus posisi kedelapan, lalu naik ke posisi keenam pada lap ke-11. Bahkan, pada lap ke-14, Veda sempat mencicipi posisi kelima setelah menyalip Alvaro Carpe—sebuah momen yang menunjukkan bahwa ia bukan sekadar “bertahan”, tetapi benar-benar bersaing di barisan depan.

Namun, Moto3 selalu menyisakan drama hingga detik terakhir. Di lap-lap akhir, intensitas meningkat, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar. Veda yang sudah tampil maksimal akhirnya harus kembali disalip oleh Carpe menjelang garis finis, membuatnya mengakhiri balapan di posisi keenam.

Meski gagal mempertahankan posisi lima besar, hasil ini tetap menjadi pencapaian yang sangat signifikan. Dari posisi ke-17 ke posisi keenam bukanlah hal yang mudah, apalagi di lintasan seperti Jerez yang menuntut presisi tinggi.

Di depan, Maximo Quiles kembali menunjukkan dominasinya dengan finis di posisi pertama, diikuti Adrian Fernandez dan David Munoz. Namun sorotan tidak hanya tertuju pada podium, melainkan juga pada kebangkitan Veda dari barisan belakang.

Lebih jauh lagi, hasil ini berdampak langsung pada klasemen sementara. Veda kini mengoleksi 37 poin dan naik ke posisi keenam, berada di bawah nama-nama seperti Quiles, Carpe, dan Fernandez. Ini menunjukkan bahwa konsistensi mulai terbentuk dalam musim perdananya.

Jika ditarik lebih dalam, balapan di Jerez bukan hanya tentang hasil akhir. Ini adalah cerita tentang bagaimana seorang pembalap muda belajar dari kesalahan, mengelola tekanan, dan mengeksekusi strategi dengan disiplin tinggi. Veda tidak hanya “cepat”, tetapi juga mulai menunjukkan kematangan dalam membaca situasi balapan.

Momentum ini menjadi sangat penting mengingat seri berikutnya akan berlangsung di Le Mans—lintasan dengan karakter berbeda yang kembali menuntut adaptasi cepat. Namun dengan bekal performa di Jerez, ada alasan kuat untuk percaya bahwa Veda mampu menjaga tren positif.

Pada akhirnya, Moto3 Spanyol 2026 menjadi titik refleksi sekaligus pembuktian. Dari posisi yang tidak ideal, Veda Ega Pratama berhasil menunjukkan bahwa dalam balap, segalanya mungkin terjadi selama ada fokus, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar.

Dan seperti yang ia katakan sendiri, kuncinya sederhana namun krusial: tetap fokus, memberikan yang terbaik, dan terus berjuang meraih poin. Di Jerez, semua itu bukan hanya diucapkan—tetapi benar-benar diwujudkan di lintasan.

Maximo Quilles (90)
Alvaro Carpe (53)
Adrian Fernandez (49)
Valetine Perrone (47)
Marco Morelli (45)
Veda Ega Pratama (37)
Guido Pini 36
David Almansa 33
Brian Uriarte 28
David Munoz 22
Rico Salmela 21
Casey O’Gorman 16
Adrian Cruces 14
Joel Esteban 13
Hakim Danish 12
Scott Ogden 10
Jesus Rios 8
Joel Kelso 8
Matteo Bertelle 7
Eddie O’Shea 7
Ryusei Yamanaka 2
Marcos Uriarte 2
Leo Rammerstorfer 0
Ruche Moodley 0
Zoe Mitani 0
Nicola Carraro 0
Cormac Buchanan 0


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
40 Tahun Bencana Chernobyl: Melihat Lagi Pripyat, Kota Nuklir Kebanggaan Soviet
• 4 jam laludetik.com
thumb
Serangan Bom Jelang Pilpres di Kolombia Tewaskan 7 Orang, 20 Luka
• 15 jam laludetik.com
thumb
Suara Tembakan Terdengar Saat Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih, Presiden Trump Dievakuasi
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Agansa Usung Inovasi Teknologi Tekstil dari Hulu ke Hilir di IndoIntertex 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Harapan Damai AS-Iran Memudar, Iran Klaim Siap Hadapi Ancaman Militer | SAPA PAGI
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.