Detik-detik Pelaut Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Kapal Dihujani Tembakan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Gowa, VIVA – Pengakuan mengejutkan disampaikan Kapten kapal tanker Honour 25, Ashari Samadikun (33), saat mendapat kesempatan melakukan video call dengan keluarga dan rekan seangkatannya di sekolah pelayaran PIP Makassar. 

Dalam komunikasi singkat itu, Ashari membeberkan detik-detik dramatis saat kapal yang dipimpinnya diserang perompak Somalia.

Baca Juga :
Pelaut Asal Gowa Disandera Perompak Somalia, Diancam Mau Dieksekusi jika Tak Ada Tebusan
Momen Detik-detik Donald Trump Dievakuasi Agen Rahasia Usai Terdengar Suara Ledakan di Gedung Putih

Dalam video call tersebut, Ashari menjelaskan kondisi terkini mereka masih dalam pengawasan ketat perompak bersenjata.

“Aman alhamdulillah, masih dikasih makan dan salat. Semua kru tidur di atas, tapi kalau malam dijaga ketat. Ada yang berjaga di kanan, kiri, dan belakang,” kata Ashari, Minggu, 26 April 2026.

Ilustrasi maritim Somalia
Photo :
  • Somalialand Standart

Ia juga mengungkapkan bahwa para perompak memiliki persenjataan lengkap, bahkan disebut membawa amunisi dalam jumlah besar.

“Senjatanya lengkap, pelurunya banyak sekali,” katanya.

Ashari kemudian menceritakan awal mula serangan yang terjadi dini hari. Saat itu, sebuah kapal kecil sempat terlihat mendekat, namun tidak diantisipasi secara maksimal oleh kru yang berjaga.

“Sekitar jam 10 malam ada satu boat memantau dari belakang. Tapi kru tidak melapor. Jam 2 dini hari, datang tiga boat, dua di kanan, satu di kiri,” jelasnya.

Situasi berubah mencekam ketika ia melihat langsung para perompak membawa senjata.

“Saya lihat pakai teropong, ada senjata. Saya bilang dalam hati, ini bahaya,” ujarnya.

Ashari sempat kembali ke kamar untuk mengamankan diri, namun tak lama kemudian rentetan tembakan menghujani kapal.

“Saya masuk kamar, kunci pintu. Tidak lama mereka menembak, kamar saya diberondong,” katanya.

Dalam kondisi genting, ia sempat mengirim pesan suara ke pihak kantor dan keluarga, sebelum akhirnya para perompak berhasil naik ke kapal dan memaksa seluruh kru keluar.

“Mereka dobrak pintu, semua kru saya suruh keluar, angkat tangan,” tuturnya.

Momen paling menegangkan terjadi saat Ashari berhadapan langsung dengan pimpinan perompak yang menodongkan senjata ke kepalanya.

“Saya langsung bilang ‘I am Muslim, don’t shoot’. Dia jawab ‘you Muslim?’ Saya bilang saya Muslim Indonesia, saya kapten,” ungkapnya.

Setelah itu, situasi sedikit mereda. Para perompak kemudian memerintahkan kapal untuk berhenti dan mulai menguasai seluruh isi kapal, termasuk mengambil barang-barang pribadi milik kru.

Baca Juga :
Donald Trump Dievakuasi Setelah Terjadi Suara Tembakan di Gedung Putih
Soal Pengenaan Tarif di Selat Malaka, Purbaya Singgung Soal UNCLOS & Kewajiban RI
Iran Sita 2 Kapal di Selat Hormuz Usai Trump Perpanjangan Gencatan Senjata

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Dukung Penindakan Penjual Ikan Sapu-Sapu Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat
• 59 menit lalupantau.com
thumb
Akhir Pekan, Ragunan Diserbu 32 Ribu Pengunjung
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Jakarta dan Shenzhen Kerja Sama Transportasi, Kembangkan Kawasan TOD
• 3 jam lalukompas.id
thumb
36 Jadi Angka Keramat? Inilah 7 Tim Terjebak di Tepi Jurang Degradasi BRI Super League 2025/2026
• 6 jam lalubola.com
thumb
BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.