Pasukan Israel melancarkan serangan di Gaza, Palestina. Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan tiga orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang wanita.
Dilansir AFP, Minggu (26/4/2026), meskipun ada gencatan senjata sejak bulan Oktober, Gaza tetap dilanda kekerasan setiap hari karena serangan Israel terus berlanjut. Militer Israel maupun Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata.
"Tiga martir dan beberapa lainnya terluka setelah serangan oleh pasukan pendudukan di Kota Gaza dan Khan Yunis," kata badan tersebut.
Badan tersebut melaporkan 2 pria tewas ketika sebuah drone Israel menembakkan rudal yang "menghantam sekelompok warga sipil" di dekat bundaran Kuwait di lingkungan Zeitun di Kota Gaza, pusat kota terbesar di wilayah tersebut.
Rumah sakit Al-Shifa Gaza mengkonfirmasi telah menerima jenazah tersebut.
Dalam insiden terpisah, seorang wanita tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel di Khan Yunis. Jenazahnya dipindahkan ke rumah sakit Nasser.
Militer Israel mengatakan tidak mengetahui adanya insiden yang melibatkan kematian seorang wanita di Khan Yunis. Israel menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan mengenai kematian dua pria tersebut.
Gencatan senjata sebagian besar telah menghentikan perang Gaza yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Namun kekerasan terus berlanjut, setidaknya 811 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dimulai. Data tersebut menurut Kementerian Kesehatan Gaza, yang berada di bawah otoritas Hamas dan angka-angkanya dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
Militer Israel telah melaporkan lima tentara tewas di Gaza sejak dimulainya gencatan senjata.
Pembatasan media dan akses terbatas di Gaza telah mencegah AFP untuk secara independen memverifikasi angka korban atau meliput pertempuran secara bebas.
(lir/gbr)





