Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta segera melakukan indentifikasi terhadap daycare atau tempat penitipan anak yang amanah dan terpercaya. Langkah ini dilakukan guna menampung anak yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo.
"Jadi, bagaimana mulai besok pagi hari Senin (27 April) anaknya mau dititip di mana ini saya kira suatu hal yang urgent dan emergency," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai audiensi dengan orang tua korban di Yogyakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 26 April 2026.
Terlebih, katanya, para orang tua yang menitipkan anak di daycare umumnya bekerja dan memiliki waktu terbatas bersama buah hati selama jam kerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kehadiran pemerintah daerah.
Baca Juga :
Tempat Penitipan Anak di Yogyakarta Didata Ulang Buntut Kasus Daycare Little Aresha"Pemerintah harus hadir, dan kami akan segera mengidentifikasi daycare-daycare lainnya yang amanah, yang aman, baik yang sehat, dan Pak Kepala Dinas Pendidikan dan juga kepala dinas yang lainnya bersama KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) segera mengidentifikasi," ungkapnya.
Dengan demikian, kata dia, akan diketahui daycare mana yang layak menampung anak-anak yang berhenti dititipkan di Daycare Little Aresha. Hal ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan pengasuhan yang aman dan terpercaya.
"Kami menganggap ini adalah satu langkah yang emergency harus segera dilakukan, supaya mereka bisa menitipkan anaknya di situ," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga menginstruksikan dinas terkait dan pemangku kepentingan untuk melakukan razia terhadap seluruh tempat daycare di Kota Yogyakarta.
"Hari ini sudah masuk data semua daycare yang ada di Kota Yogyakarta, kemudian kita akan cek satu per satu. Besok (27 April) pagi kita cek satu per satu, sehingga dalam waktu singkat paling lama dua hari kita sudah tahu semua status daycare yang ada di Yogyakarta," jelasnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai menerima audiensi dengan para orang tua korban kekerasan daycare, Minggu, 26 April 2026. ANTARA/Hery Sidik
Menurut dia, hal ini penting untuk mengantisipasi risiko bagi anak-anak dan kekhawatiran orang tua. Pemerintah daerah diharapkan bisa menghadirkan daycare yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.
Ia menyebut, para orang tua menginginkan kasus kekerasan yang dialami anak-anak mereka di daycare tersebut ditangani dengan serius. Mereka menekankan pentingnya keadilan yang seadil-adilnya bagi korban.
"Tentu, kami juga membersamai. Untuk itu kami bersama KPAI membentuk tim, kemudian juga ada konsultan hukum yang nanti menampung, mencatat semua laporan-laporan yang disampaikan orang tua, sebagai bahan masukan pada proses-proses hukum selanjutnya," imbuhnya.




