Kripto Masih Rawan? Analis Buka Suara Soal Skenario Harga Bitcoin Jatuh ke US$40.000

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kenaikan harga bitcoin belum cukup meyakinkan sebagian pelaku pasar bahwa aset kripto terbesar tersebut telah keluar dari fase bearish di April 2026.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini stabil dalam kisaran US$78.000. Namun aset kripto tersebut masih jauh dari rekor tertingginya, ia jatuh dari posisi tersebut hingga sekitar 40%. Sejumlah analis bahkan memperkirakan potensi penurunan lebih dalam hingga ke US$40.000.

Baca Juga: Pakistan Mulai Longgarkan Aturan Soal Bitcoin Cs

Namun, Analis Bitcoin, James Check membantah hal tersebut. Ia menilai skenario tersebut sangat kecil kemungkinannya. Menurutnya jika hal itu terjadi, maka hal tersebut merupakan sebuah kenyataan yang luar biasa.

"Hanya untuk menegaskan kepada pihak bearish yang berharap Bitcoin ke US$40.000. Itu mungkin saja terjadi, tetapi secara statistik sangat luar biasa," ujarnya.

Check menggunakan indikator Bitcoin Mean Reversion Index. Ia menggabungkan berbagai metrik seperti rata-rata pergerakan 200 minggu, harga realisasi (realized price), tren power law serta indikator volume.

Dalam simulasi, jika bitcoin turun ke US$40.000, maka itu akan menjadi peristiwa dengan probabilitas sangat rendah, yakni hanya sekitar 0,4 persentil dari seluruh data historis.

"Itu berada di bawah deviasi signifikan dari semua indikator utama," kata Check.

Ia menambahkan bahwa secara historis, kondisi tersebut setara dengan bitcoin diperdagangkan di bawah US$2 di 2011. Hal itu merupakan sebuah skenario yang hampir tidak pernah terjadi dalam skala saat ini.

Saat ini, harga bitcoin berada di sekitar persentil 31,5 berdasarkan indeks tersebut. Angka ini menunjukkan kondisi yang relatif lemah, namun masih dalam rentang koreksi normal dalam siklus pasar.

Check, meski demikian, menegaskan bahwa pasar keuangan selalu memiliki kemungkinan ekstrem, meski sangat kecil.

"Tidak ada probabilitas nol di pasar, tetapi ini akan menjadi hasil yang hampir belum pernah terjadi," katanya.

Dengan berbagai indikator yang ada, bitcoin dinilai masih berada dalam fase penyesuaian, bukan sepenuhnya pulih. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar, likuiditas, serta faktor makro global.

Baca Juga: Sebut Kripto Bakal Jadi Sistem Keuangan Masa Depan, Alchemy: Bukan Dijalankan Manusia, Tapi AI

Meski skenario penurunan tajam dinilai kecil, pelaku pasar tetap diimbau untuk berhati-hati. Volatilitas tinggi masih menjadi ciri utama pasar kripto, terutama dalam fase transisi seperti saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teguran Berujung Hangusnya Angkot di Tanah Abang
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kakak Eliano Reijnders Mulai Tersisih di Manchester City, Ini Penyebabnya
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Ungkap Pelaku Penembakan yang Bikin Trump Dievakuasi Ternyata Tamu Hotel
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Hanya 13 Bulan, Tania Jadi Lulusan Tercepat S2 UGM
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Kemen PU: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Capai 38 Persen, Rampung Juni 2026!
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.