Pantau - Pelatih RANS Simba Bogor Antonius Joko Endratmo menilai timnya tampil di bawah standar saat kalah telak 58-87 dari Pelita Jaya Jakarta dalam lanjutan Indonesian Basketball League.
Kuarter Kedua Jadi Titik BalikRANS sempat tampil kompetitif pada kuarter pertama dengan selisih poin yang masih terjaga sebelum permainan berubah drastis di kuarter kedua.
Antonius mengatakan, "Kami sebenarnya memulai dengan bagus di kuarter pertama, cuma kami kalah telak di kuarter kedua, ditambah kami kesulitan menembus pertahanan dari Pelita Jaya Jakarta," ungkapnya.
Pada kuarter kedua, RANS hanya mampu mencetak tiga poin sementara Pelita Jaya mencatatkan 33 poin.
Pertahanan rapat Pelita Jaya membuat RANS kesulitan menemukan ritme serangan dan menciptakan peluang efektif.
Evaluasi Konsistensi dan AkurasiSelisih poin yang besar membuat RANS sulit mengejar hingga akhir pertandingan meski performa sempat meningkat di kuarter ketiga dan keempat.
Antonius menilai konsistensi permainan menjadi masalah utama yang harus segera diperbaiki oleh timnya.
Ia mengatakan, "Ke depan kami harus memperbaiki persentase tembakan yang belum optimal, karena hal itu salah satu faktor utama kekalahan tim hari ini," ujarnya.
Pelatih juga mengapresiasi kontribusi pemain pelapis seperti Daniel Salamena yang dinilai memberi dampak positif meski memiliki menit bermain terbatas.
Kontribusi tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi RANS untuk bangkit pada pertandingan selanjutnya.




