JAKARTA, KOMPAS.TV - Seorang remaja asal Kota Padang, Latifa Syafvina Putri Zuhrizal, mencuri perhatian publik. Di usia 15 tahun, ia mendapat kesempatan langka untuk menunaikan ibadah haji, sesuatu yang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia harus ditunggu hingga puluhan tahun.
Di balik keberangkatannya, tersimpan kisah haru yang bermula dari kehilangan sang ayah.
Latifa bukan berasal dari keluarga berada. Ia tumbuh dalam kondisi sederhana, di mana ibunya sehari-hari berjualan kerupuk cabai. Sang ayah, Zuhrizal, telah wafat pada 2021.
Sebelum meninggal, ayahnya tercatat sebagai calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat bersama sang istri pada 2023. Namun takdir berkata lain.
Baca Juga: Fakta-Fakta Penembakan di Acara Gedung Putih, Trump Sebut Pelaku Orang yang Sakit Hati
Dua tahun setelah kepergian ayahnya, keluarga sempat berencana mengalihkan kuota haji tersebut kepada Latifa. Sayangnya, saat itu ia belum memenuhi syarat usia minimal.
"Dulu, pada 2023 memang sempat ingin naik haji, tapi waktu itu umur saya belum cukup," kata Lala, sapaan akrabnya seperti dikutip Antara, Minggu (26/4/2026).
Kesempatan itu akhirnya datang pada musim haji 1447 Hijriah, setelah adanya perubahan regulasi dari Kementerian Haji dan Umrah. Aturan terbaru memperbolehkan penggantian calon haji dengan usia minimal 13 tahun, sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
Dengan kebijakan tersebut, Latifa resmi menjadi:
- Calon haji kloter pertama asal Padang
- Jemaah termuda dari Sumatera Barat tahun 2026
Pergulatan Emosi di Balik Keberangkatan
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- haji muda
- jamaah indonesia
- kisah inspiratif
- haji 2026
- calon haji
- padang sumbar





