3 Kebiasaan Orang Tua Bikin Anak Tangguh-Cerdas Versi Psikolog Harvard

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi keluarga. (Designed by Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beauties, ada berbagai hal yang dilakukan orang tua bisa menjadi contoh bagi anak. Jika ingin anak meniru perbuatan yang baik, maka orang tua juga perlu menunjukkan hal-hal positif agar anak hanya meniru hal-hal baik yang dilihat mereka.

Baca: Pakar: Gen Z Berisiko Punya Kecerdasan Lebih Rendah Dibanding Milenial


Bahkan, beberapa kebiasaan juga bisa membantu anak menjadi sosok yang tangguh dan cerdas, lho. Melansir dari CNBC Make It, hal ini juga dijelaskan oleh Lisa Fieldman Barret, Ph.D, seorang ahli saraf, psikolog, sekaligus penulis buku yang juga merupakan profesor terhormat di Northeastern University dengan jabatan di Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital.

Ini dia deretan kebiasaan orang tua untuk membantu anak menjadi sosok yang tangguh dan cerdas.

1. Memberikan Contoh yang Baik
Untuk menumbuhkan anak menjadi sosok yang teguh dan cerdas, orang tua perlu memberikan contoh yang baik agar anak meniru hal-hal baik, Beauties. Hal tersebut karena anak-anak belajar secara alami dengan menonton, bermain, dan meniru orang dewasa. Ini juga menjadi cara belajar yang efisien serta memberi anak rasa ingin mengetahui.

Oleh karena itu, orang tua bisa menerapkan kebiasaan atau melakukan hal-hal baik di depan anak yang bisa mendorong rasa ingin tahu anak seperti membersihkan rumah, memasak, membaca buku, atau berkebun sekaligus melibatkan anak dalam kegiatan tersebut.

2. Mengobrol dan Bacakan Buku
Kebiasaan lainnya untuk membuat anak menjadi tangguh dan cerdas di antaranya mengobrol dan membacakan buku untuk anak. Saat anak baru berusia beberapa bulan, otak mereka membangun fondasi saraf untuk pembelajaran selanjutnya. Oleh karena itu, makin banyak kata yang mereka dengar saat orang tua mengajak anak mengobrol atau membaca buku, maka makin besar 'pemahaman' dan kosakata yang akan dimengerti.

3. Menjelaskan Banyak Hal
Ada kalanya orang tua mungkin lelah ketika anak terus-menerus bertanya, "Mengapa?". Namun, ketika orang tua menjelaskan suatu hal kepada anak, hal tersebut bisa membantu otak bekerja lebih efisien dan membuat anak mengetahui hal-hal baru dan unik.

Misalnya saat anak bertanya mengapa ia tidak boleh makan semua kue sekaligus, orang tua bisa menjelaskan perlahan bahwa hal tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan alih-alih 'melarang' anak makan kue tanpa alasan yang jelas. Dengan memberikan alasan jelas pada suatu hal, anak-anak akan belajar memahami konsekuensi dari perbuatan mereka, sekaligus menumbuhkan rasa empati.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi Bantu Klinik Estetika Beri Layanan Minim Efek Samping

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puluhan Anak Disiksa di Daycare Little Arestha Jogja, KPAI: Lebih Sistematis
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Praka Rico Gugur di Lebanon, Legislator Tekankan Perlindungan Prajurit TNI
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Penanaman Pohon di Tol Jogja–Solo Perkuat Infrastruktur Hijau
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Biar Tak Tertukar, Koper Calon Haji Pacitan Boleh Dipasang Penanda
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonomi Warga Berputar, Budidaya Lele di Blora Jadi Tulang Punggung Dapur MBG
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.