Jaksa Agung AS Sebut Trump Juga Jadi Target Penembakan di Gala Dinner

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), Todd Blanche, meyakini pria bersenjata yang mencoba melakukan penembakan di acara makan malam di Gedung Putih menargetkan Presiden AS Donald Trump dan anggota pemerintahannya. Pelaku penembakan juga disebut menargetkan pejabat pemerintahan lainnya.

Dilansir Aljazeera, Senin (27/4/2026), Blanche mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan awal. Hasilnya, dia meyakini tersangka menargetkan anggota pemerintahan termasuk Trump yang hadir dalam makan malam tersebut.

"Tampaknya ia memang berniat menargetkan orang-orang yang bekerja di pemerintahan, kemungkinan termasuk presiden," kata Blanche kepada jaringan televisi NBC.

Baca juga: Perang Iran Makin Tak Menentu Usai Utusan Trump Batal ke Pakistan

Blanche mengatakan tersangka telah membeli dua senjata api yang dibawanya pada Sabtu malam dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga mengatakan tersangka tidak kooperatif dengan penegak hukum dan diperkirakan akan menghadapi beberapa dakwaan pada Senin (27/4).

Sebelumnya, Blanche mengatakan tersangka penembakan di acara White House Correspondents Dinner menargetkan anggota administrasi Presiden AS Donald Trump. Kejaksaan belum mengungkap staf administrasi Trump yang menjadi target itu.

"Tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi. Kami belum memiliki detail spesifik tentang anggota administrasi tertentu, kecuali bahwa kami memahami bahwa itu adalah tujuan dan targetnya," kata Blanche kepada Dana Bash dari CNN, seperti dilansir CNN, Minggu (26/4).

Baca juga: Trump Ungkap Penembak Gala Dinner Tulis Manifesto Anti-Kristen

Diketahui, insiden penembakan ini terjadi Sabtu malam waktu AS, pihak berwenang meyakini tersangka melakukan perjalanan dari California ke Washington, DC, dengan kereta api melalui Chicago.

Tembakan dilepaskan pada Sabtu (25/4) malam di dekat ballroom tempat makan malam diadakan ketika agen Secret Service menangkap pelaku. Di acara itu, ada Trump, pejabat tinggi pemerintah, dan ratusan jurnalis.

Para penyelidik belum secara terbuka menyebutkan nama tersangka, tetapi beberapa media AS telah mengidentifikasinya sebagai Cole Tomas Allen, 31 tahun, dari Torrance, California.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa keluarga tersangka menyampaikan kekhawatiran tentang dirinya kepada polisi setempat sebelum acara tersebut. Trump juga menuduh tersangka penulis deklarasi anti-Kristen.

"Orang itu orang yang sakit jiwa," katanya kepada Fox News. "Saat Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen."

Baca juga: Kejaksaan AS: Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih Targetkan Staf Trump




(zap/lir)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA: Kekerasan di ”Daycare” Yogyakarta Pelanggaran HAM, Tidak  Dapat Ditoleransi
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Pemprov DKI bangun rusun bukan hanya untuk sediakan hunian layak
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Buka Muktamar XIV PERSIS, Kapolri Ajak Solid Hadapi Kondisi Global
• 18 jam laludetik.com
thumb
Hakim Tunda Sidang Nadiem ke 4 Mei, Tunggu Nadiem Makarim Pulih
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Mardiono Tegaskan Muscab Jadi Pintu Awal PPP Perkuat Struktur hingga Bawah
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.