Taylor Swift dan Ed Sheeran Minggir, Ini Raja Streaming di Spotify

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Jeenah Moon

Jakarta, CNBC Indonesia - Platform streaming musik Spotify mengungkap daftar konten paling populer sepanjang sejarahnya. Pengumuman ini dirilis bertepatan dengan perayaan 20 tahun layanan tersebut.

Mengutip laman Billboard, data yang dirilis mencakup artis, album, lagu, podcast hingga audiobook yang paling banyak diputar secara global.

Di kategori artis, dominasi era streaming terlihat jelas. Taylor Swift menempati posisi teratas sebagai artis paling banyak diputar sepanjang masa. Kemudian diikuti Bad Bunny, Drake, serta The Weeknd. Nama-nama tersebut memang dikenal mendominasi musik digital dalam satu dekade terakhir.


Namun kejutan muncul di kategori album. Album Un Verano Sin Ti milik Bad Bunny menjadi album paling banyak diputar sepanjang sejarah Spotify dengan total sekitar 22 miliar streaming. Posisi berikutnya ditempati Starboy dari The Weeknd, disusul ÷ (Deluxe) milik Ed Sheeran, lalu Sour, dan After Hours.

Sementara itu, lagu paling banyak diputar sepanjang masa ada Blinding Lights milik The Weeknd. Lagu tersebut mengungguli Shape of You, Sweater Weather, serta As It Was. Dominasi lagu pop dan pop elektronik menunjukkan selera global pengguna Spotify yang cenderung stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Pilihan Redaksi
  • Ragam Cara Orang Tua Agar Anak Tak Kecanduan TikTok-YouTube
  • Download 86 Juta Lagu dari Spotify, Disuruh Bayar Rp 5,5 Triliun

Sementara itu, catatan platform Deezer menemukan hampir 75 ribu unggahan lagu buatan AI setiap harinya di platform. Jumlahnya mencapai 44% dari unggahan harian.

Laporan yang sama juga menyebutkan lagu AI berjumlah sekitar 2 juta lagu per bulan dan mencapai 13,4 juta lagu terdeteksi sepanjang 2025 lalu, dikutip dari Engadget.

Deezer mengatakan sekitar 1%-3% total streaming dalam platform terkait musik berbasis AI. Sebagian besar streaming telah ditandai sebagai penipuan dan sistem monetisasinya telah dimatikan.

Pihak platform mengungkapkan memiliki alat deteksi musik AI. Alat itu telah diluncurkan sejak Januari 2025.

Menurut Deezer alat tersebut dapat mendeteksi musik yang dihasilkan melalui AI. Khususnya dari platform yang populer terkait AI yakni Suno dan Udio.

Namun upaya tersebut sempat menghadapi tantangan pada awalnya. Kala itu, Deezer menghadapi tuntutan hukum saat diluncurkan.

Setelah itu, sejumlah label rekaman besar telah berubah pikiran. Para perusahaan akhirnya menjalin kerja sama dengan Deezer.

Platform streaming musik lainnya juga menggunakan alat verifikasi untuk menghalangi musik buatan AI. Salah satunya adalah Coda Music yang memberikan label Artist AI, jadi pengguna dapat menandai artis yang mencurigakan.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Smart Living Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Hemat Waktu & Energi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPHI Makassar Ingatkan Selfie di Masjidil Haram Bisa Disanksi
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Profil Cole Tomas Allen, Penembak di Acara Makan Malam yang Dihadiri Trump
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hasil Moto3 Spanyol: Performa Veda Ega Pratama di Jerez Membuat Levelnya Kini Melampaui Hakim Danish dan Brian Uriarte
• 17 jam laluharianfajar
thumb
53 Balita di Jogja Jadi Korban Dugaan Kekerasan Daycare
• 1 jam laludetik.com
thumb
BMKG Perkuat Sinergi UPT, Tingkatkan Layanan Informasi di Kalimantan
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.